FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

10 July 2007 11:14 AM

Final Result WRC Korea 2007 : Indonesia 12 Besar Dunia - 250 Juta

Source: PB FAJI & IRF

Hasil akhir Kejuaraan Dunia Arung Jeram yang digelar di Korea, 30 Juni - 2 Juli 2007, menempatkan Indonesia di 12 Besar Dunia. Dengan hasil ini Indonesia bisa berbangga masuk dalam klasemen papan tengah atas dunia, dan menjadi Rookie of the Year. Indonesia selama beberapa tahun absen di WRC, sejak ikutsertanya  pertama kali di ajang WRC (world Rafting Championship) tahun 2001 di West Virginia tahun 2001. Saat itu Indonesia mengirimkan Tim dari Sulawesi Utara namun belum mendapat hasil yang membanggakan.  

 

Di tingkat Asia prestasi Indonesia hanya kalah dari Jepang yang dalam kejuaraan WRC ini bertengger di peringkat ke 3. Jepang memang tidak main-main dalam Kejuaraan ini dengan 'ngetem' selama 3 bulan di Korea untuk mempelajari segala lekuk liuk Sungai lokasi Kejuaraan. Negara Asia lainnya seperti tuan rumah Korea hanya di peringkat 20 dibelakang India peringkat 19 dan negara ASEAN lainnya Filipina hanya di peringkat 25 dari 27 peserta, nyaris juru kunci.   Indonesia bahkan sempat menhancurkan Ceko, Juara Dunia 3 X di nomor Sprint, sebuah prestasi yang cukup membangggakan. Namun di Kejuaraan Asahan 2007, Tim WDV dari Ceko memberi pelajaran manis pada Tim-tim elite Indonesia, dengan memborong tropi kemenangan.

Keberhasilan Indonesia ini didapat setelah Indonesia memperoleh hasil lumayan berikut :- Peringakt 10 nomor Sprint- Peringkat 13 nomor Slalom- Peringkat 11 nomor Down River Race  Menurut Lody Korua, Ketua Bidang Bina Prestasi PB FAJI, yang menjadi Official Tim Indonesia ke Korea WRC 2007 hasil ini sebetulnya masih bisa dimaksimalkan kalau saja Tim Indonesia memiliki persiapan dan sistem seleksi yang lebih baik saat itu. Namun pelajaran dari proses pembentukan Tim Nasional untuk Korea WRC 2007 ini, akan memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam pembentukan Tim Nasional selanjutnya.

Proses pembentukan Tim Nasional saat itu melewati beberapa tahapan berikut :

1. Kompetisi Best of the Best (BOB) Serayu 2007

2. Seleksi Tim Nasional dengan melibatkan 3 (tiga) besar Juara BOB 2007

3. Seleksi dan Pelatihan Fisik di Jakarta

4. Seleksi dan Pelatihan di Sungai Asahan, Sumatra Utara

5. Seleksi dan Pemantapan di Citarum  

Seleksi ini diikuti oleh Juara 1 BOB, Arus Liar - DKI, Juara 2 Kapinis - Jabar, dan Juara 3 Songa RaFting - Jatim. Hasil akhir yang kemudian menghasilkan komposisi 4 Atlet dari Arus Liar dan 3 Atlet dari Kapinis - Jatim, rupanya belum membuahkan satu Tim yang padu. Kedua Tim masing-masing memiliki perbedaan gaya dan teknik dayung. Arus Liar yang memiliki teknik Dayung berdiri untuk pertarungan jarak pendek, tidak bisa dengan mudah diimbangi oleh atlet-atlet Kapinis, demikian juga teknik dayung rowing yang dimiliki oleh Tim Kapinis belum bisa sempurna dilakukan oleh atlet Arus Liar saat itu. Pelatih yang diambil dari 2 Tim juga memberikan andil kurang optimalnya leadership Tim, karena tumbuh semacam dualisme dalam kepemimpinan Tim.   

Dari segi pendanaan dan sponsorship tim Indonesia juga masih kedodoran karena persiapan yang tidak panjang sehingga hampir tidak mendapat dukungan dari pihak lain. Tim Indonesia akhirnya tetap dapat berlaga ke Korea WRC 2007, setelah mendapat donasi dari beberapa rekan Marinir dan dukungan penuh terutama dari ARUS LIAR Adventure yang menyuntikkan dana lebih dari Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta rupiah). Namun Tim-tim dari negara lain rata-rata memiliki kesamaan dalam kesulitan pendanaan Tim, karena dukungan yang minimal dari pihak pemerintah maupun sponsor. Beberapa Tim besar yang hadir sat itu hanya dibiayai oleh Klub-klub Amatir, kecuali Tim Jepang yang mendapat dukungan luar biasa dari Pemerintahnya.    

Walau awalnya Indonesia cukup optimis untuk meraih peringkat 5 besar, namun hasil akhir 12 besar tetap sutau prestasi yang fenomenal melihat persiapan Tim Nasional yang masih mencari bentuk saat itu. Atlet-atlet Indonesia juga cukup terhibur dengan meriahnya dukungan dari para penonton lokal, Korea, setelah menyaksikan Tim Korea sendiri tidak berkutik melawan Tim Indonesia dalam latihan bersama (sparing partner), dan memang terbukti dalam lomba WRC, prestasi Indonesia melesat jauh meninggalkan Korea. Atlet Indonesia yang kebanyakan adalah pemandu Wisata Arung Jeram, saat mengikuti Sertifikasi dan Assesment Rafting Guide oleh IRF juga mendapat pujian luar biasa dari para assesornya, para Guide kawakan manca negara. Walau ada kendala bahasa, anak-anak kampung dari Citarik dan Citarum ini mampu memberikan jawaban yang memuaskan dengan pertanyaan-ujian teknik dari assesornya. Mereka bahkan menawarkan pelatihan lanjutan dan kesempatan kerja di Kanada. Yuuuuuukkkk... (BdY)   

Hasil Akhir WRC Korea 2007 bisa ditengok di :

http://www.intraftfed.com/competition/results/WRCResults2007.pdf

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org