FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

15 March 2007 09:56 AM

Winter Training Korea at Asahan : lintang pukang

Source: Pengda FAJI Asahan

Tim Nasional Korea telah merampungkan sesi latihannya yang mereka sebut dengan Winter Training. Karena di awal tahun ini memang negaranya sedang musim dingin dan sungai-sungai dinegaranya tidak bersahabat untuk diarungi. Pengda FAJI Sumut dan Pengcab FAJI Asahan mendapat mandat untuk memfasilitasi latihan tim ini termasuk menyediakan alat (perahu karet) dan training partner bagi mereka (walaupun tim sumut tidak dengan anggota lengkap).

Sungai Asahan memang memberikan pengalaman berharga bagi mereka. Hari pertama latihan masih orientasi sungai dan pengarungan sukses dilakukan dari Rodea Edies hingga hula-huli. Hari kedua, mereka mendapatkan oleh-oleh dari dasyatnya jeram asahan, belum lagi masuk jeram rizal nurdin, tinggal 2 awak yang masih diatas perahu, yang lain berusaha menyelamatkan diri masing-masing, dan menerima cenderamata khas Asahan alias, goresan-goresan batu di kaki dan badan.  Pelatih mereka, 3 orang, senang atletnya mendapat latihan mental di jeram-jeram  besar Sungai Asahan, kata Mr Song Sang, Direktor Pertandingan nanti di WRC Korea. Namun komentarnya tentang sungai Asahan cukup  datar-datar saja (tapi tampak menyembunyikan kekagumannya  dengan Asahan, bisa jadi untuk tidak mematahkan nyali para atletnya, yang kelihatan lintang pukang juga dihantam jeram Asahan), katanya "sungai asahan memang besar dan deras, namun sebenarnya cukup mudah untuk dilintasi" artinya baginya seharusnya timnya tidak mengalami kesulitan di asahan. Lantjutnya "saya belum menemukan tim Korea yang
 sesungguhnya" katanya sambil menitip tugas kepada rekan-rekan sparing mereka untuk berusaha mendorong perahu tim mereka untuk terbalik di jeram Rizal Nurdin. 

Namun di setiap kesempatan perbincangan,Mr Song Sang tetap saja memuji Sungai Asahan sebagai lokasi yang ideal untuk latihan dan akan merekomendasikan tim-tim lain yang saat ini belum berlatih karena musim dingin di negaranya dapat berkunjung ke Asahan untuk sesi winter training mereka.
  
Yang perlu ditiru adalah, gaya latihan yang cukup keras dan sangat disiplin. Berbagai teknik duduk maupun dayungan diuji coba di berbagai karakter jeram. Edies-edies sulit berusaha mereka taklukkan walaupun sebagian  besar gagal di singgahi. Latihan ketahanan hampir setiap hari dilakukan dengan mendayung non stop sekitar 10 km dari rute Bedeng hingga Bandar Pulau. Itupun harus melakukan manuver edies to edies pada setiap edies yang ada.
  
Atlet-tetap saja atlet, apalagi atlet mereka di dominasi wajah-wajah muda belia yang rata-rata berumur tidak lebih dari 25 tahun. Kerasnya disiplin dan latihan masih menyisakan sedikit kesempatan untuk menyelinap ke kamar guide sekedar menghirup asap rokok,  atau mencoba beberapa teguk cita rasa tuak Parhitean sebelum kendaraan meninggalkan Asahan menuju Medan. Di Medan pun, walaupun tampak wajah-wajah letih dari latihan panjang mereka, Mr. Song lagi-lagi berkomentar, "kami tidak pernah merasa lelah latihan di sungai Asahan, namun terasa lebih melelahkan perjalanan menuju dan pulang dari Asahan".
  
Sebelum meninggalkan sungai asahan, pelatihpun sempat berkomentar, "kalo Tim Indonesia (sebenarnya Tim Sumut) berpenampilan sebagaimana yang mereka lihat saat head to head dengan mereka di jeram-jeram sebesar asahan, mungkin Indonesia bisa masuk 10 besar di WRC 07", Korea sendiri menargetkan masuk 20 besar dari 40 tim yang bertanding. Mereka tidak tahu, begitu banyak Tim  dengan peformance yang bagus di Tanah Air, dan semua tim ini akan diuji di Serayu bulan April yang akan datang.Sudah seharusnya memang kita tampil maksimal di event internasional, dengan persiapan yang juga maksimal.

Selain mendapat pelajaran berharga menjadi host, sparring partner dan transfer knowledge metode latihan arung jeram berkelas international, rekan-rekan penggiat arung jeram Sumut-Asahan, juga dapat bonus berjibun, cendera mata dari Korea. Dan kini saatnya, Asahan lebih diperkenalkan lagi sebagai sungai arung jeram kelas dunia. Biar masyarakat setempat juga dapat rejekinya, dan arung jeram Indonesia semakin jaya. (Joni K)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org