FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

11 July 2006 03:52 PM

Ekspedisi Sungai Musi 500 km : terpanjang di Sumatera

Source: Tim Arung Jeram Wigwam FH-Unsri : Sutrisman Dinah

 TIM arung jeram mahasiswa Fakultas Hukum Unsri melakukan persiapan terakhir untuk menyelusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer. Jika berhasil, ini akan menjadi tim yang pertama mengarungi sungai terpanjang di Sumatera menggunakan perahu karet. Sejak akhir pekan lalu, selama tiga hari, tim melakukan persiapan teknis menggunakan perahu karet milik Satpolair (Satuan Polisi Perairan) Polda Sumsel di kawasan Jembatan Musi-2 dan danau buatan Kompleks Ogan Permai Indah, Jakabaring.

 

Tim Ekspedisi Lintas Musi-Wigwam 2006, merupakan anggota Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (Gemapala) Wigwam FH Unsri. Organisasi mahasiswa ini yang berdiri sejak tahun 1976, memfokuskan kegiatan di alam bebas dan lingkungan hidup. "Secara teknis, tim sudah siap," kata Ketua Umum Wigwam, Chairul Irwan, mahasiswa hukum semester ke-6. Ekspedisi akan menggunakan dua perahu karet olahraga arung jeram, yang akan didukung tim darat dan tim perahu karet jenis LCR (landing craft rubber) yang menggunakan mesin tempel.

 

Dalam pengarungan ini, tim akan dibagi menjadi dua kelompok masing-masing enam orang. Yakni Tim Pelopor yang akan akan selalu bergerak di depan untuk membuka jalur. Tim ini akan membimbing perahu di belakangnya, karena sekitar 100 kilometer merupakan alisan Sungai Musi yang berarus deras. Satu tim lagi, merupakan kelompok yang akan melakukan pengamatan lingkungan, pemetaan, dan observasi klehidupan sosial-ekonomi dan budaya masyarakat di sepanjang DAS Musi. Mulai dari pengamatan vegetasi dan perikanan, terutama ikan yang hidup di arus deras.

 

Selama perjalanan, pada malam hari tim akan berhenti di pemukiman penduduk. Ditentukan beberapa titik pemberhentian ekspedisi yang akan turun dari Desa Tanjungraya (Ulumusi), Pendopo-lintang, Kabupaten Lahat. Lokasi pemberhentian, antaralain Tebingtinggi, Desa Gunungkembang-1, Pelawe, Mambang, dan kota Kecamatan Muaralakitan (Musirawas), dengan rata-rata pengarungan setiap hari 40 kilometer.

 

Mulai dari Muaralakitan ini, dua tim perahu karet akan didampingi perahu LCR sebagai tim pendukung. Menurut rencana, pada hari kelima tim akan beristirahat di Desa Sugihwaras (Kecamatan Sangadesa), sebelum tiba di Sekayu. Dari Sekayu, tim melanjutkan perjalanan menuju Palembang, setelah menentukan titik pemberhentian di Desa Muaralematang, dan Semuntul (perbatasan Banyuasin-Palembang). 

 

Sebelum menempuh total jarak sekitar 400 kilometer dari Tanjungraya, Palembang, tim akan melakukan pemanasan mengarungi arus deras Sungai Enim dari Bedegung (Muaraenim). Kemudian, itu mengarungi jeram Sungai Lematang (Lahat). Tim akan istirahat sehari di Tanjungraya, kemudian melakukan ekspedisi penelusuran. "Pemanasan di sungai berarus deras memang perlu dilakukan. Ada beberapa titik medannya agak berat, karena belum diarungi," kata Ketua Pengda FAJI Sumsel, Koesmiran SH, anggota tim sekaligus penasihat ahli Tim Ekspedisi.

 

Selain melibatkan konsultan ahli, ekspedisi ini dibantu penasihat teknis Anto Berlianto SH, yang juga anggota Wigwam. Anto yang sempat mendalami river running system mengingatkan tentang prosedur keselamatan  (safety prosedure) selama pengarungan. Target minimal, tim akan menempuh ruas Sungai Musi dari Tanjungraya-Palembang. Ekspedisi akan dilanjutkan hingga muara Sungai Musi (Sungsang) sepanjang 90 kilometer, sehingga total keseluruhan mencapai lebih dari 500 kilometer. ***

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org