FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

20 April 2006 04:50 PM

Standar Kompetensi Pemandu : cuma proyek

Source: PB FAJI

Setelah sekian lama dirintis dan tertunda, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata kembali membentuk Tim untuk membahas Standar Kompetensi Pemandu Arung Jeram, yang melibatkan stake holder arung jeram di Indonesia, FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) dan IWA (Indonesia Whitewater Association). Tahun ini Standar Usaha Wisata Arung Jeram juga dibahas oleh Tim yang berbeda dengan stake holder yang sama.  

Standar ini sebenarnya telah digulirkan sejak lama, dimana Rakata Adventure sempat mendapat Proyek untuk pelatihan dan menyusun Standar Kompetensi Pemandu Wisata Arung Jeram (sekitar tahun 1997 – 2001) dari Departemen Kebudayaan & Pariwisata. Kegiatan ini awalnya melibatkan FAJI, namun kerjasama ini kemudian tidak berlanjut, salah satunya karena FAJI menganggap tidak ada kejelasan status kerjasama. Rakata Adventure kemudian meneruskan kerjasama dengan IWA yang kemudian terbentuk saat itu di Bali, untuk mewadahi kepentingan Operator Arung Jeram di Indonesia.  

Dalam rapat di Jakarta tanggal 13 April 2006 yang lalu, IWA yang diwakili Ketuanya Rahmat Gajah Sukarsono (gajahrk@yahoo.com) dari Cherokee Rafting, menyampaikan bahwa Standarisasi Kompetensi Pemandu tersebut telah dirintis, dan memberikan Naskah yang telah dirumuskan. Gajah juga menambahkan bahwa telah dilakukan Workshop dan sosialisasi kepada operator Arung Jeram tentang Standarisasi dimaksud, termasuk dilakukan pelatihan Rescue yang melibatkan RESCUE-3 dari Australia. Standarisasi Kompetensi juga mengacu pada standar sejenis yang disusun oleh salah satu lembaga Pemerintah Australia yang berkait Outdoor Recreation.  

FAJI dalam rapat tersebut diwakili oleh Amalia Yunita (Wk. Ketua Harian) dan Budi Yakin (Sekjen), juga memaparkan Kompetensi Pemandu yang mengacu pada standar yang dibuat oleh IRF (International Rafting Federation – www.intraftfed.com) dimana FAJI telah menjadi anggotanya sejak 2001. FAJI juga menyampaikan bahwa Standar yang telah dirintis terdahulu dapat menjadi referensi sehingga tidak ”reinventing the wheel”. Namun FAJI menegaskan agar standar yang dibuat mengacu pada standar internasional yang lazim dan diakui lebih luas, sehingga jenjang pelatihan dan sertifikasi pemandu nantinya juga dapat diakui secara internasional.  

FAJI untuk membahas Standar Kompetensi ini telah menyusun Tim dari personil yang punya kecakapan dan pengalaman baik dalam arung jeram prestasi maupun wisata arung jeram. Tim ini dipandu oleh Steering Committe, Amalia Yunita dan Budi Yakin (PB FAJI), dan Tim Kerja yang terdiri dari, Joni Kurniawan (Mantan Ketua Pengda FAJI Sumut/Rapid Plus Rafting Medan/0812 641 7356/rapidplus_medan@yahoo.com), Adi Ruswiono (Sekum Pengda FAJI Jatim/NOARS Rafting Jatim/0815 530 255/ adi_noars@yahoo.co.id ), Muhamad Taufan/Ivan (Pengda FAJI DKI/Fun Rafting Bogor/0815 813 1050).

Anehnya pihak IWA nampak enggan bila FAJI terlibat dalam penyusunan Standar Kompetensi ini, namun dalam dialog selanjutnya IWA melalui ketuanya akhirnya sependapat bahwa penyusunan Standar Kompetensi ini harusnya melibatkan stake holder arung jeram yang lain, tidak melulu dari pihak Industri Wisata (Operator). Hal ini memang harus disadari bahwa Standar Kompetensi ini tidak saja menyangkut kepentingan Industri Wisata Arung Jeram semata, namun juga menyangkut kepentingan arung jeram Indonesia secara keseluruhan, juga menyangkut kepentingan masyarakat sebagai konsumen. Oleh karena itu standar kompetensi tidak bisa ditetapkan sepihak oleh pihak Industri saja, Regulator, dalam hal ini Pemerintah memang perlu menjadi fasilitator agar semua kepentingan stake holder dapat dipertemukan. Asal saja tidak jangan cuma berorientasi proyek... (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org