FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

22 December 2005 09:28 AM

Raksasa bertarung di Muara Enim : menaruh pungung

Source: PB FAJI

Belum lagi bernafas lega, rupanya tantangan baru sudah tiba, itu yang dirasakan beberapa Tim yang baru berlaga di Kejurnas Arung Jeram Citarum 2005. Kali ini tantangan datang dari Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Kementrian Pariwisata RI, yang pada tanggal 26 -28 Desember 2006 mendatang, yang menggelar Kejuaraan Arung Jeram Piala Bupati Muara Enim 2005. Kejuaraan di gelar di Sungai Enim, di lokasi Objek Wisata Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kejuaraan Arung Jeram Terbuka ini hanya mempertandingkan 1 (satu) jenis lomba, Down River Race.

Menurut salah seorang Panitia dari Kementrian Pariwisata Seni & Budaya, Hengky Hotman Parlindungan Manurung (0817 987 6724), ”Kejuaraan ini merupakan uji coba untuk Kejuaraan yang lebih besar, skala regional Sumatera, Nasional maupun Internasional. Kami akan bekerja sama dengan PB FAJI untuk penyelenggaran Kejuaraan Arung Jeram 2006. Ajang ini untuk mengangkat potensi wisata daerah, sekaligus kegiatan wisata minat khusus dan olah raga petualangan”, demikian disampaikan beliau melalui sambungan telepon seluler.

Kejuaraan Arung Jeram Muara Enim 2005, rencananya diikuti oleh 18 (delapan belas) Tim dari perwakilan Pengda FAJI, Professional, Organisasi Pecinta Alam dan Instansi Pemerintah. Tim yang diundang berasal dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat dan Sumatera Selatan sendiri. Tim-tim dari Jatim – NOARS, Regulo & Songa Rafting - tak sempat di undang dalam Kejuaraan ini. Padahal mereka juga menunjukkan prestasi menonjol dalam Kejurnas Citarum 2005, bahkan NOARS juga berprestasi  di  Kejurnas Arung Jeram Terbuka Sumsel di Sungai Lematang  2004. Memang tidak begitu jelas kriteria Tim yang diundang dalam Kejuaraan ini. Mungkin karena Kejuaraan ini dirancang sebagai festival pariwisata saja, atau Panitia belum memiliki referensi yang tepat.

Pengda DKI Jakarta menurunkan 4 (empat) Tim, Tim raksasa Arus Liar EIGER, Marinir Dolphin, mantan Juara Nasional 1997, kini peringkat 6 Nasional, Tim Mapala UI dan Kaki Langit. Rombongan Pengda FAJI DKI Jakarta, diberangkatkan Rabu, 21 November 2005, Jam 09.00 pagi dalam sebuah upacara kecil yang dihadiri berapa anggota Pengurus Besar PB FAJI,  di Komplek Kementrian Parsenibud, Jl. Merdeka Barat, Jakarta.

Dari Jabar, Tim Kapinis AVTECH juga ikut serta dengan menurunkan Winning Team yang dalam Kejurnas Citarum 2005 merajai arena. Sumatera Utara kabarnya akan menerbangkan 3 (tiga) Tim, dipimpin Bung Sawal Rasyid, rafter yang kini banyak melanglang ke negeri jiran membagi ilmu arung jeram dan petualangan. Jambi, menurut Ketua Pengda FAJI Jambi, Raja Sihotang, akan menurunkan 2 (dua) Tim. Pengda FAJI Sumbar, juga akan mengirim 2 (Tim), diantaranya dari Universitas Andalas. Dari Sumatera Selatan, ada 6 (enam) Tim Lokal yang baik dari Universitas, Instansi Pemda dan tuan rumah Tim pemandu jeram  Muara Enim.

Walau berkelas festival, kejuaraan ini akan menyuguhkan atraksi seru, karena pertarungan para raksasa dari DKI-Jabar-Sumut diperkirakan mewarnai laga lomba. DKI dengan Arus Liar – EIGER yang Juara 2 Nasional, kini diperkuat beberapa pedayung Kelas Rowing yang baru pulang dari SEAGAMES Filiphina, dipastikan akan ngotot bertarung menuntut balas kekalahan telaknya (33 detik) dari Kapinis AVTECH, di nomor Down River Race Kejurnas Citarum 2005. Sumut Naga Mas, dan Marinir Dolphin, mantan Juara Nasional 1997,  juga akan bertarung habis-habisan memulihkan prestasinya, yang tercecer, masing-masing di peringkat 5 (lima) dan 6 (enam) Kejurnas Citarum 2005. Tim peserta lainnya diperkirakan sulit mendobrak dominasi 4 (empat) Tim ini.
 
Setiap Tim Peserta mendapat kemudahan dengan subsidi biaya transportasi. Selama berlomba Peserta juga tak perlu memikirkan ransum, karena Panitia telah menyiapkannya, termasuk 11 (sebelas) cottages tempat peserta menaruh punggung. Panitia juga telah menyiapkan perahu termasuk pelampung helm dan dayung, namun peserta diwajibkan  menyiapkan peralatan rescue. Sungai Enim yang menjadi ajang tanding, memiliki grade 3 – 4, dengan ruas berjeram sepanjang 4 km, dan 8 km berupa ruas yang landai, dan berair cukup jernih. Dari tempat Start, kita harus menempuh 3 km kalau ingin menikmati santapan di Rumah Makan, namun jangan khawatir banyak warung-warung kecil tersedia di lokasi untuk menambah gizi dan stamina.  Kita juga perlu berjalan 1 km, untuk mendapat sambungan telepon di Wartel. Jarak dari Kota Palembang menuju Start diperkirakan 240 km, atau 56 km dari Kota Batu Raja, ke arah Lahat.

Atraksi Wisata Minat Khusus Arung Jeram, merupakan atraksi wisata yang baru dikembangkan di Kabupaten Muara Enim.  Sejumlah 30 (tiga) puluh pemuda lokal juga telah dibina menjadi pemandu selama 3 (tiga) bulan, oleh PT. Sarana Riam Jeram Jakarta, yang beroperasi di Cicatih Sukabumi. Informasi mengenai wisata arung jeram di Muara Enim dapat didapatkan di Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kab. Muara Enim Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II No. 72, Tel. (0734) 421 065 Fax. 4210 19 email : evan_garant@yahoo.com, atau Web Site resmi Pemkab Muara Enim (www.muaraenim.go.id).

Dalam penyelenggaraannya, Panitia akan didukung Kelompok Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Palembang. Sayangnya Pengda FAJI Sumatera Selatan yang sudah eksis sekian lama tidak proaktif terlibat dalam laga ini. Dalam Kejuaraan ini PB FAJI mengirimkan Ketua Bidang Bina Prestasi, Lody Korua, untuk memantau lomba sekaligus melakukan survey kelayakan sungai dan fasilitasnya untuk penyelenggaraan Kejuaraan dengan skala lebih besar di ruas yang sama dimasa datang.  (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org