FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

27 November 2005 09:22 AM

Tiga Setan Sungai : semakin nafsu

Source: JELAJAH

Di tengah cuaca yang agak mendung, tim-tim putra pun berlaga. Tim Regulo yang sebelumnya dianggap biasa-biasa saja, ternyata harus diacungi jempol karena memimpin pertandingan di nomor Slalom ini. Pada putaran pertama mereka lolos ke gate tiga, lima, delapan, sebelas, dan dua belas. Suasana semakin seru ketika mereka telah lolos dengan sempurna dari gate delapan dan akan menuju gate sembilan. Perahu pun dimanuver sehingga berbalik melawan arus. Tentu saja, tenaga mereka harus diforsir berlebih. Teriakan demi teriakan mengiringi rengkuhan dayung mereka agar semakin semangat. Tidak pantang menyerah, itulah kunci utamanya.

Ketika mereka telah sampai di depan gate sembilan, mereka benar-benar berupaya dan saling meneriakkan semangat. Nyatanya, tidak sia-sia usaha mereka. Walaupun, tidak sesempurna memasukkan perahu ke gate delapan, tetapi perahu tersebut masuk dengan sedikit singgungan. Gate sepuluh yang banyak dipandang pesimis oleh peserta lainnya, ternyata menghasilkan sedikit singgungan pada perahu mereka. Wah, ini merupakan usaha yang hebat dari Tim Regulo!Tentu saja, hal ini menjadi bahan histeria penonton dan para peserta lainnya. Pada putaran kedua, mereka agak kendor sehingga menghasilkan total penalti yang mencapai 180, sedangkan sebelumnya hanya 35. Selain itu, usaha mereka menggolkan perahu ke gate sembilan dan sepuluh seperti pada putaran sebelumnya, harus disimpan karena strategi yang kurang sempurna.

Tidak banyak berbeda dengan tim Regulo, Marinir Dolphin pada putaran pertama mengumpulkan total penalti dua kali lipat dari putaran pertama Regulo. Sedangkan di putaran kedua, hanya pada gate dua dan tiga mereka tidak berhasil meloloskan perahu. Semangat tidak pantang menyerah, terlihat dari laga mereka memasukkan perahu dari gate empat sampai gate sebelas, walaupun masih terjadi singgungan di sana-sini. Total penalti yang mereka dapatkan di putaran kedua yaitu 135, perbedaan yang tidak terlalu jauh dari Regulo.

Peringkat ketiga dipegang oleh tim Arus Liar-Eiger dari Jawa Barat. Kekuatan dayung tergambar jelas pada putaran pertama saat mereka meloloskan perahu di gawang satu, dua, tiga, delapan, dan dua belas. Mereka hanya melewati gate sembilan dan bisa menembus gate sepuluh dengan sedikit singgungan. Total penalti putaran pertama hanya selisih sepuluh dari Marinir Dolphin yaitu 80. Di putaran kedua, Arus Liar semakin mengukuhkan dirinya sebagai tim pendayung yang memang tangguh. Buktinya, mereka mampu melewati semua gate walaupun hanya gate kelima dan ketujuh yang lolos dengan sempurna. Tim ini patut berbangga karena dapat masuk ke semua gawang tanpa rasa gentar sedikit pun.

Ketiga tim ini memang membuat penonton semakin bernafsu menyoraki. Ketangguhan mereka memang tidak diragukan lagi dalam nomor ini. Kerjasama yang baik dan penyusunan strategi yang terencana menjadikan mereka sebagai tiga setan sungai. (Rosa)   

 

 

 

 

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org