FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

26 November 2005 02:07 PM

Safety First : harga sebuah nyawa

Source:

Dalam Kejurnas Arung Jeram Citarum 2005, unsur keselamatan menjadi salah satu kepedulian dan perhatian utama Panitia. Pergelaran  yang langsung berada dalam kontrol Lody Korua, Ketua Bidang Prestasi Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia(PB FAJI), yang perhatiannya terhadap persoalan keselamatan dan penyelamatan (safety and rescue) sudah sangat dikenal. Freddy Sutrisno gembong rescue dari Wanadri, Ketua Global Rescue Network Network (GRN - http://www.globalrescuenetwork.org), juga terjun langsung di arena Kejurnas ini. Saat bencana tsunami Aceh-Nias, GRN menggerakkan operasi frontier rescue skala besar dengan ratusan relawan.

Hampir 80 (delapan puluh) personil Rescue bahu membahu dalam laga arung jeram nasional ini, berasal dari jaringan Global Rescue Network (GRN), Boogie Adventure, Basarnas (Badan SAR Nasional), KSR UKI, Arus Liar, Paskhas Wing III, juga dari Marinir Batalyon Taifib-2 Mar. Berbagai peralatan tempur Rescue juga dilibatkan, antara lain, GRN mengerahkan perahu bermesin tempel, 10 (sepuluh) mobil 4X4 dan 4X2, peralatan vertical rescue, medis dan evakuasi. Selain mobil 4X4, Boogie mengerahkan beberapa perahu rescue; perahu OARS serta kayak tunggal. Basarnas menyiapkan 1 (satu) pesawatrotary wing alias Helikopter khusus rescue, yang mampu memindahkan korban ke rumah sakit besar di Bandung dalam waktu 25 menit. Ambulance dan personil berkualifikasi medis, paramedis juga dilibatkan.

Begitu besarnya operasi Rescue darat, sungai dan udara yang digelar dalam Kejuaraan ini dapat menggambarkan betapa pentingnya unsur keselamatan diperhatikan oleh Panitia. Bagi FAJI, permaslahan keselamatan memang menjadi salah alasan dibentuknya organisasi ini. Apa arti juara kalau seorang sahabat harus celaka, atau bahkan meregang nyawa. Jangan lagi ada korban dalam kegaitan arung jeram di Indonesia itulah visinya.Walaupun sudah jauh menurun, korban meninggal di kegiatan arung jeram terus saja bertambah, bahkan lebih dari 10 (sepuluh) orang dalam dekade terakhir. Sebagian malah terjadi saat kegiatan wisata arung jeram. Jangan hanya mengejar laba, tapi lupa harga nyawa yang tak terhingga. (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org