FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

26 November 2005 02:04 PM

Sang Naga Unggulan Slalom : terlambat sudah

Source:

Hari kedua Kejurnas Arung Jeram Citarum 2005, akan mempertandingkan nomor halang rintang (Slalom). Dua belas rintangan gawang dipasang untuk menguji manuver dan ketrampilan para jawara. Hari pertama lomba yang menghantar Tim Putra & Putri Kapinis – AVTECH menjadi juara Down River Race, memang merubah semua konstelasi kekuatan. Berbeda dengan Down River Race, nomor Slalom ini 70% mengandalkan ketrampilan yang hanya bisa dicapai sempurna dengan kematangan yang diperoleh dari latihan yang rutin dan konsentrasi yang hebat, bukan hanya kayuhan yang kuat.

Tim Sumatera Utara – Tim Sumut 1 yang berjuluk Naga Mas, merupakan Tim paling berbahaya di nomor Slalom ini disamping sang Juara Nasional, Arus Liar – Eiger. Di Kejuaraan Rongkong 2004, Tim Sumut nyaris mepecundangi Arus Liar – Eiger, dengan sangat sempurna melewati halang rintang dengan angka hukuman 0 detik, namun tetap harus mengakui sang Juara dengan kekalahan serambut 65/100 detik. Arus Liar – Eiger saat itu mengantongi angka hukuman 5 detik karena menyentuh tiang gawang.

Namun hasil Down River Race hari pertama Kejurnas tentu mempengaruhi mental dan psikologi pertandingan hari kedua. Arus Liar – EIGER yang nampaknya sudah terlalu lama menggengam juara, sejak Kejurnas Serayu 1997, memasuki lomba hari kedua dengan kondisi tekanan yang bertambah. Perbedaan 33 detik di Down River Race memang fenomena, tak ada tim lain yang pernah mengalahkan Arus Liar – EIGER, apalagi setelak ini. Beban yang bertambah dan ancaman kehilangan gelar juara membuat Tim juara ini bisa kehilangan konsentrasi. Kapinis – AVTECH dari Pengda Jabar tentu juga akan bermain aman dengan tidak terlalu memacu gelar juara karena sudah mengantongi 400 poin, dan akan berlaga lebih leluasa, karena dengan Runner-up saja, peluang Juara Umum tetap didepan mata.

Pertarungan di peringkat  4 – 10 Down River Race, yang diisi Jambi B, Jateng 1 Progo Rafting, Songa, Noars dan 2 Tim Marinir serta operator Regulo dari Probolinggo, tidak kalah seru. Jateng – 1 yang bisa menyodok 5 besar, tentu tak ingin keluar dari 5 besar. Demikian juga persaingan abadi Songa – Noars, yang hanya selisih setengah detik di Down River tentu berlanjut dengan pertarungan sengit antar dua tetangga ini.

Jambi B, yang kembali memberi kejutan, setelah berbagai kemunculannya di arena Kejurnas sejak 1997 yang tak pernah lepas dari 10 besar, tentu akan mati-matian bertahan di 5 besar. Demikian juga juara Amatir Marinir, Dolphin dan Arwana, tentu ingin mendapat pujian para komandan kesatuannya.  Sementara Tim kuat dari Sulut, Apostolos yang kehilangan form karena terlambat datang di arena, kini harus kerja keras atau tetap terlempar dari 10 besar. Regulo dari Jatim juga pasti ingin mengejar 2 (dua) rekannya yang lebih berprestasi, Songa dan Noars. Namun minimnya pengalaman bertanding Regulo di kancah pertarungan arung jeram, membuat Regulo kelihatan masih demam panggung.

Persaingan di kelompok peringkat 10 – 20 DownRiver yang banyak diisi Tim dari tangsi tentara dan polisi, dan peringkat 21- 28 Down River yang banyak diisi Tim kampus dan Tim gabungan penggiat arung jeram, untuk nomor Slalom ini diperkirakan tidak berubah banyak. Tim-tim ini banyak dibentuk menjelang Kejurnas dan belum padu mengayuh dayung. Demikian juga di Kelas Putri, Tim Putri Kapinis – AVTECH yang punya banyak jam terbang kompetisi, diperkirakan tetap meraih podium tertinggi, disusul Tim Putri DKI yang terdiri dari mahasiswi Mapala UI dan beberapa KOWAL.  (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org