FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

20 November 2005 09:43 PM

MAPALA UI kembali ke arena : mengalahkan Satpam

Source: JELAJAH

 

Kejurnas Arung Jeram Citarum 2005, ternyata memancing para jagoan lama untuk terjun ke arena. Adalah Mapala UI, jagoan kita yang juga salah satu pelopor arung jeram, telah lama tak berlaga.  Awalnya nyaris ketinggalan infomasi, namun karena PB FAJI menambah jatah Tim putri, Mapala UI di arena ini malah dapat menghadirkan 2 (dua) Tim Putra dan Putri dari porsi Pengda DKI.

 

Pengembaraannya berlomba dimulai dari Batang Asai dan Batang Merangin di Jambi tahun 1989, di lomba yang mirip ekspedisi ini, Mapala UI juga terlibat sebagai penyelenggara, sekaligus menggali potensi wisata. Dokumentasi kegiatan ini sempat ditayangkan di Teater Imax Keong Mas, di TMII.  Pada tahun 1990 dan 1991, ketika Mapagama - UGM Yogyakarta menggelar lomba di Sungai Progo, Mapala UI juga turut serta. Sungai berjeram ganas ini, menelan korbannya pada laga 1991, 2 (dua) anggota Wanadri tewas saat latihan sehari sebelum lomba, 2 (dua) penonton juga meregang nyawa terbawa bandang yang menggelora. Dari dua lomba di Progo ini, tim Mapala UI tak mendapat piala. Namun  pada lomba tahun 1991, Mapala UI memberi warna  dengan menurunkan tim putri yang mampu meliuk anggun di jeram-jeram ganas, sementara tim lain masih trauma, dengan musibah Wanadri sehari sebelumnya.

 

Tahun 1994, di Sungai Ayung, digelar Kejuaraan Arung Jeram modern yang pertama, Tim Mapala- UI dengan komandan tim sekaligus pelatih Agus “STM” Mulyono, ikut juga berlaga.  Di lomba yang paling nyaman hingga kini, karena menggunakan event organizer yang mendapat dukungan dan fasilitas dari sponsor. Pelomba cukup pasang body, semua tranportasi, akomodasi  bergengsi dan logistik diatur panitia. Dengan  menurunkan petarung berbadan kecil tapi punya otot yang bertenaga, Mapala UI mampu menyodok Juara III, sementara Juara I dan II adalah Tim Sobek Bali dan Toraja. Sukses berlanjut ketika di tahun 1995 di Garut digelar lomba, oleh U-Can-Raft, operator Arung Jeram dari tanah Sunda. Mapala UI belum mendapat lawan yang setara, walau menurunkan Tim gabungan putra-putri mampu menjuarai lomba.

 

Ketika Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di bentuk tahun 1996, beberapa personil Mapala - UI turut serta membidaninya. Namun dalam gelaran lomba arung jeram yang pertama, Kejurnas Serayu 1997, Mapala UI harus rela gulung tenda lebih dahulu, karena terlempar di babak kualifikasi, hanya peringkat 21 (dua puluh satu) dari hampir 60 (enam puluh) tim pelomba. Demikian juga di Kejuaraan Asahan Race di  Sungai Asahan 2001,  Mapala UI yang turut serta tidak bisa banyak bicara. Di banyak kesempatan berlomba Mapala UI juga tidak turut serta, sehingga tak lagi bisa ditanya prestasinya sampai dimana.

 

Mendayung dengan penuh tenaga, bukan  hal baru di Mapala UI, karena rintisannya juga sudah sejak lama. Pengalamannya dengan perahu kayak, sejak  Porlasi menghibahkan 2 (dua) perahu di awal 1980-an untuk mendukung divisi layarnya. Demikian juga gaulnya dengan para  atlet dayung PODSI DKI, mendorong Mapala UI mengikuti Lomba Dayung Mahasiswa se-Indonesia (LDMI) 1988 di Waduk Selerejo, Malang. Namun pada 2003 dan 2004 saat Rektorat UI menyelenggarakan Lomba Perahu Naga di danau UI Depok, Mapala UI bisa sedikit unjuk gigi, walau didukung beberapa pendayung putri, Juara II dapat dibawa pergi, termasuk mengalahkan Satpam UI. Kini ke sungai berjeram juga Mapala UI kan kembali, semoga bisa kembali unjuk diri. Tapi rasanya Tim putri-nya lah yang lebih punya peluang lebih untuk menunjukkan gengsi. Arung jeram bukan hanya kompetisi, masih ada ekspedisi dimana Mapala UI juga punya kompetensi dan meraih prestasi. (BdY)

 

(diolah dari berbagai sumber termasuk buku JEJAK Kampus di Jalan Alam - 40 th Mapala UI )

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org