FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

20 November 2005 10:38 PM

Petarung di Gawang Maut : bandung bondowoso

Source: JELAJAH

Beberapa kontingen peserta Kejurnas dari berbagai daerah beberapa waktu ini terus berdatangan di arena Kejuraan Arung Jeram Nasional Citarum 2005, di ruas Sungai Citarum -  Kampung Cisameng Bantar Caringin, Desa/Kec. Rajamandala, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bahkan beberapa Tim lokal dari Jabar dan DKI telah berlatih sejak bulan  Ramadhan lalu… curi start nih… Lebih dari 20 (dua) puluh Tim hari ini telah mencoba ruas Citarum dimana Kejurnas akan di gelar. Diantaranya 3 (tiga) Tim dari Pengda DKI, 3 (tiga) tim dari Pengda Jawa Barat, 2 (dua) Tim Marinir, 2 (dua) Tim Paspampres, Tim Paskhas, 3 (tiga) Tim Pengda Jateng, Tim Brimob Jabar dan Brimob Banten, 2 (dua) Tim dari Jambi dan  3 (tiga) Profesional dari Jatim, dan beberapa Tim Putri.

Beberapa Tim nampak berlatih keras di gawang maut, lokasi jeram yang diperkirakan akan merintangi kemenangan di nomor Slalom (halang rintang). Namun tampaknya Panitia telah menyiapkan soal yang tidak lebih mudah di jeram lain  ruas Citarum - Rajamandala. Temperatur persaingan terus meninggi, sindir menyindir, olok mengolok, menjadi suasana biasa di Kampung Cisameng, dimana para petarung bermukim.  Namun begitu suasana kekeluargaan sangat kentara, banyak diantaranya bukan orang baru, tapi sahabat-sahabat yang lama tak bersua, juga sahabat-sahabat baru  yang disatukan arena lomba.

Hari ini, Camp Atlit yang cukup megah  telah disiapkan hanya dalam waktu semalam oleh Sie Kemarkasan - Tim Bandung Bondowoso – seperti membangun seribu Candi di Prambanan. Camp ini  terdiri dari beberapa tenda pleton dilapis bilah bambu, cukup nyaman diwaktu malam, cukup gerah di waktu terik. Berbagai peralatan serbu dimanfaatkan untuk membangun Camp ini, termasuk beberapa chain saw dan   9 (sembilan) mesin potong rumput. Fasilitas MCK yang memadai juga telah disiapkan, memberi jaminan kenyamanan walau kegiatan di gelar di alam terbuka. Para pelomba sangat diharapkan berhijrah ke Camp atlit ini selama mereka berlaga.

Kejurnas kali ini menerapkan sistem baru, dimana peserta diharuskan membawa perlengkapan lomba sendiri kecuali perahu. Karenanya Tim Peserta wajib menyiapkan sendiri perlengkapan arung jeram seperti dayung, pelampung, helm dan peralatan rescue.  Peralatan rescue ini minimal terdiri dari : 2 flip line (untuk membalik perahu), 1 tali lempar dan 2 pisau. Karenanya Tim Peserta yang pada saat Start tidak menggunakan peralatan dimaksud akan didiskualifikasi, untuk nomor lomba yang bersangkutan.  Sedikit merepotkan tapi memang ini proses edukasi, karena Peraturan Kompetisi Arung Jeram Internasional juga menerapkan hal serupa. (BdY)

 

 

 

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org