FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

21 November 2015 08:45 AM

Timnas Bertekad Kumandangkan Indonesia Raya

Source: LASSAK IMAJI/TAGOR SIAGIAN

Jakarta (12/11). Indonesia semakin diyakini sangat cocok sebagai lokasi kejuaraan olahraga petualangan/alam tingkat dunia. Setelah Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) berhasil menggelar Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang di Pegunungan Puncak, Jawa Barat, Agustus lalu, kini Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) dengan Ketua Umum Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen (Mar) Buyung Lalana, akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015. Kejuaraan Kategori R6/Rafting 6 (6 pedayung dalam perahu) tersebut, akan berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 29 November hingga 8 Desember. Sekitar 650 rafter (sebutan bagi atlit arung jeram) putri dan putra yang tergabung dalam 73 regu asal 24 negara, akan berlomba dalam empat kelas; Master (di atas usia 40 tahun), Terbuka (untuk semua kelas), Youth/Remaja, di bawah usia 19 tahun (Under-19) dan Junior (U-23). Setiap negara hanya boleh menurunkan satu regu (6 pedayung dengan satu orang pedayung cadangan) putri dan putra untuk setiap kelas. Indonesia yang menurunkan 49 rafter dalam 7 regu, akan mengikuti semua kelas kecuali Master Putri.

 

          Sedangkan nomor yang dilombakan adalah Sprint (adu cepat sepanjang 300 meter), H2H/Head To Head (adu cepat satu regu lawan satu regu dalam kompetisi sistim gugur), Down River (adu cepat sepanjang 8-12 km) dan Slalom (adu cepat melewati beberapa tiang, mengikuti arus maupun melawan arus). Dengan turunnya hujan selama seminggu terakhir, ketinggian air Sungai Citarik sudah mencapai 80 cm, syarat terlaksananya lomba dengan baik. 

          Setelah melalui proses panjang sejak 2012, lewat penawaran kepada Federasi Arung Jeram Internasional (IRF/International Rafting Federation) sebagai induk olahraga arung jeram dunia, dan peninjauan oleh tim IRF, dipilihnya Sungai Citarik adalah pertama kali bagi Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia. Ini juga pertama kali WRC digelar di benua Asia. Sebelumnya Indonesia bersaing dengan Brasil sebagai bakal tuan rumah WRC ’15. Namun karena sungai di Brasil kurang cocok untuk Kategori R6, maka Indonesia yang terpilih, sedangkan Brasil menggelar WRC Kategori R4 pada 2014 lalu. Kedua kejuaraan dunia tersebut bergantian setiap tahun. Jika Kategori R4 berlangsung pada tahun genap, maka Kategori R6 di tahun ganjil.  

 

          Pada 2010, Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Australasia, antar negara-negara Asia dan Australia. Namun berlangsung di Sungai Serayu, Kabupaten Banjarnegara serta Sungai Elo dan Sungai Progo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tahun lalu sebagai syarat menjadi tuan rumah WRC, Sungai Citarik menjadi ajang Pra WRC. Namun hanya Malasyia yang menjadi peserta asing.

 

          Menurut Direktur Lomba WRC 2015 Indonesia, rafter senior putri Indonesia, Amalia Yunita, yang juga Ketua Harian PB FAJI, kepada Humas & Koordinator Media WRC 2015 Indonesia, Tagor Siagian, “Selama tujuh kali menjadi juri WRC, saya selalu bermimpi, kapan Indonesia Raya bisa berkumandang. Inilah kesempatan terbaik mewujudkan itu! Atlit tuan rumah tentunya sangat berpeluang menjadi juara, karena sudah mengenal medan lomba. Ini juga ajang terbaik mengenalkan wisata olahraga air di Indonesia ke seluruh dunia,” jelasnya.

          Jika Indonesia berhasil menjuarai salah satu nomor lomba dan merebut medali emas, mimpi Yuni akan menjadi kenyataan. “Saya “nekat” mengajukan Indonesia menjadi tuanrumah, karena mimpi saya itu,” lanjutnya. Sebagai Direktur Lomba, yang mengurus masalah teknis lomba, Yuni akan dibantu 12 wasit dan 3 orang juri yang ditentukan IRF.  Juri mengolah protes peserta jika ada dan mengambil keputusan akhir terkait hasil lomba dan hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan lomba. Di samping itu, ada 2 kelompok pencatat waktu dan 11 wasit sukarela untuk memantau kejadian sepanjang 12 km jalur sungai yang menjadi rute lomba.

 

Mengapa Citarik

          Terletak di Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini Sungai Citarik yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun, menjadi pembicaraan kalangan olahraga arung jeram di seluruh dunia. Banyak diantara peserta WRC 2015, yang belum pernah ke Indonesia, apalagi ke Sungai Citarik. Anggapan sebagian besar diantara mereka, lokasi kejuaraan yang dikelilingi hutan dan persawahan, terletak di daerah “antah berantah”. Banyak pertanyaan lucu beredar. Dimana kita mencari makan? Apakah ada listrik dan WiFi? Apakah sebaiknya membeli air minum, kebutuhan sehari-hari dan cemilan di Jakarta?

 

           Untuk menerima pinangan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) menjadi tuan rumah WRC 2015, dibutuhkan persetujuan Dewan Direktur Federasi Arung Jeram Internasional (IRF). Betapa terpukauanya mereka ketika melihat langsung dan menjajal jeram Sungai Citarik yang bersuhu sekitar 20 derajat Celcius. Bagi seorang atlit olahraga petualangan, tantangannya adalah bagaimana menaklukkan kondisi yang serba sulit. Bukan hanya medan lombanya, namun juga transportasi, infrastruktur jalan, kondisi penginapan dan sebagainya. Indonesia sangat beruntung dianugerahi topografi alam luar biasa. Itulah modal terbesar pengembangan wisata olahraga petualangan. Kalau medannya biasa-biasa saja, buat apa wisatawan dan atlit datang jauh-jauh kesini. Kondisi Sungai Citarik yang variatif dengan berbagai jeram yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, membuatnya amat layak sebagai ajang Kejuaraan Dunia.  Tidak kalah dengan kondisi sungai di Brasil atau Costa Rica dan Selandia Baru yang menggelar Kejuaraan Dunia 2011 dan 2013.

 

          Mulai berkembang sebagai lokasi olahraga arung jeram pada 1992. Citarik merupakan salah satu sungai dengan jeram terbaik di dunia untuk olahraga petualangan di air. Panjang sungai sekitar 17 km dan bermuara di kota terdekat, Pelabuhan Ratu. Bagi wisatawan terutama dari Jakarta, ada juga rute 9 km. Kini minat wisatawan yang tertarik olahraga petualangan arung jeram semakin meningkat. Ada sekitar lima perusahaan yang mengelola usaha wisata olahraga arung jeram di Citarik; Arus Liar, Bravo, Caldera. Kaki Langit dan Selaras. Masing-masing menyediakan penginapan dan rumah makan. Bagi para peserta WRC 2015 Indonesia yang berjumlah sekitar 650 atlit, disediakan juga lokasi bekemah karena penginapan di cottage tidak mencukupi.

 

          Presiden IRF, Joe Willie Jones, seperti juga para peserta asing, sangat antusias menghadapi WRC 2015 Indonesia. “Sebagaimana sifat olahraga petualangan, para atlit tentunya sudah tak sabar menjajal medan lomba yang belum pernah mereka datangi. Mereka juga ingin mengenal budaya baru dan berinteraksi dengan masyarakatnya. Seperti Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan adat kebiasaan, peserta WRC 2015 berasal dari berbagai negara di dunia. Di sungai mereka boleh bersaing, tapi setelah itu persahabatan baru akan terjalin akrab. Suasana pasti akan sangat menyenangkan menyambut pengalaman baru bersama!” ujarnya. Menurut Joe, saat jumpa pers dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, Rabu (18/11), di Kementerian Pariwisata, sarana penginapan dan konsumsi memadai yang disediakan lima perusahaan pengelola wisata arung jeram di Citarik, juga ikut menentukan lolosnya Indonesia sebagai tuanrumah.

 

          Kapten Tim Nasional Senior Indonesia, Abu Hanifah, tak mau gegabah sebagai tuan rumah. “Kita memang punya keuntungan sudah sangat mengenal karakter Sungai Citarik. Tapi itu harus kita maksimalkan, jangan bebani kami dengan berbagai target. Kami siap hadapi lawan manapun. Biarkan anak-anak menikmati lomba dan pastinya semua akan memberikan yang terbaik demi Merah Putih!” serunya yakin ketika ditemui di Sungai Citarik, saat berlatih Senin lalu (9/11). Mengenai calon lawan berat Indonesia, Abu, 31, yang sudah berolahraga arung jeram sejak usia 17 tahun, menyebut Brasil, Ceko, Costa Rica dan Jepang. “Fisik atlit Jepang bukan seperti yang kita kenal secara umum, mereka tinggi-tinggi sehingga kuat mendayungnya,” kata Abu.

 

          Timnas Putra Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2011 di Costa Rica menempati peringkat 15 dari 32 peserta Kelas Terbuka.  Sedangkan pada WRC 2013 di Selandia Baru, tidak turut serta. Selain Abu, anggota Timnas Senior Putra Indonesia adalah; Ajat Sudrajat, Asep Saepullah, Cece Sunardi, Iyus dan Mohammad Ridwan., dengan Tisman sebagai rafter cadangan. Mereka juga disiapkan guna mengikuti Kejuaraan Dunia Kategori R4/Rafting 4 (4 atlit dalam perahu) di Uni Emirate Arab pada Oktober 2016.

 

 

Olahraga Layak Jadi Primadona Pariwisata

          Melihat perkembangan olahraga arung jeram yang sangat pesat di Indonesia, dengan sudah berdirinya 19 Pengurus Daerah dan banyaknya pedayung remaja, Abu berharap cabang olahraga air arung jeram, dapat segera mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah akhirnya diterima sebagai anggota KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat. Pada PON XIX Jawa Barat 2016, September mendatang, arung jeram baru hadir sebagai olahraga eksebisi. “Dengan semakin banyaknya pengalaman berlomba, mental pedayung remaja akan makin terbentuk. Sehingga bila mengikuti kejuaraan internasional, mereka akan makin percaya diri. PON juga penting untuk pembibitan calon atlit tim nasional,” seru pemandu wisata arung jeram itu..

 

          Menurut Humas & Koordinator Media WRC 2015 Indonesia, Tagor Siagian, diberlakukannya pembagian kelompok umur Remaja/Youth, di bawah 19 tahun (Under-19) dan Junior, di bawah usia 23 tahun (U-23) sejak Kejuaraan Dunia 2013 di Selandia Baru, membuka kesempatan rafter muda memperbanyak pengalaman berlomba dan memperkuat mental menghadapi lawan dari berbagai negara. Pada WRC 2015, tuanrumah Indonesia tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan menurunkan regu putri dan putra di Kelas U-19 dan U-23. Pada Pra WRC 2014, Timnas U-23 Indonesia Putra berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak mengikuti WRC 2016 Australia Kategori R4/Rafting 4 (4 atlit dalam perahu), Oktober mendatang.

 

          Bagi anggota Timnas Indonesia U-19 Putri, Nita Karlina, 16 tahun, mengikuti WRC 2015 Indonesia adalah kehormatan sangat besar. “Saya baru setahun berlatih arung jeram, tapi sudah bisa membela Merah Putih, bangganya luar biasa!“ ujarnya. Diberikan ijin untuk tidak bersekolah selama 30 hari, sangat membantu Nita dan rekan-rekannya untuk lebih konsentrasi berlatih lima hari dalam seminggu. Selain berlatih fisik dengan berlari selama 30-60 menit, angkat besi juga menjadi menu utama mereka guna menambah kekuatan dalam mendayung. Sama dengan seniornya, ketika ditanya siapa bakal lawan beratnya, Nita langsung menjawab, “Brasil!” Selain Brasil, dalam Kelas U-19 Putri, Timnas Indonesia akan bersaing dengan Australia, Rusia, Selandia Baru dan Turki.

 

              Menurut pelatih Timnas U-19 Putri dan Putra, Aceng Supendi, selain pentingnya berlatih angkat besi untuk olah tubuh karena secara fisik atlit Indonesia jelas kalah dengan atlit Barat, sehingga kekuatan mendayung tidak maksimal, pola makan juga sangat penting dijaga. Kurangnya pengalaman bertanding di tingkat Nasional maupun dunia, membuat Aceng berharap anak asuhnya tidak kaget menghadapi atlit asing. “Makanya penguatan mental juga diberikan pada anak-anak,” jelasnya. Sementara Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia, Dwi Handoko, yakin kapasitas paru-paru (VO2 Max) para pedayung yang masih kurang memadai untuk sebuah kejuaraan besar, seiring rencana latihan yang tersusun baik sejak Maret tahun ini, bisa mencapai puncaknya saat kejuaraan dimulai. Karena Timnas Indonesia berasal dari beberapa daerah, seperti tim Junior Putri dari Sumatera Utara, mereka baru menjalani latihan bersama secara lengkap pada Rabu (18/11) lalu di Sungai Citarik. Tim Putra Jepang dan Brazil untuk Kelas Terbuka dan Tim Putri Brazil U-23 juga sudah tiba di Citarik untuk berlatih dan penyesuaian cuaca serta pengenalan medan.  

 

          Dengan semakin disadarinya potensi besar wisata olahraga di Indonesia, PB FAJI berhasil merangkul Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dalam menyelenggarakan WRC 2015 Indonesia. Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menyambut baik ajang akbar olahraga arung jeram dunia tersebut. “Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendukung WRC 2015 Indonesia karena merupakan kesempatan besar memperkenalkan Indonesia di seluruh dunia. Karena selain bertanding, para peserta asing pastinya akan menikmati alam, kebudayaan dan kuliner negeri kita. Mereka dan media asing yang meliput kejuaraan, akan menjadi duta pariwisata kita di negara mereka” ujarnya.  Menteri Yahya juga menekankan besarnya pendapatan yang bisa didapat Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dengan banyaknya atlit serta kerabat peserta dan penyelenggara kejuaraan yang akan hadir di Citarik.  (PR/Tgr)

 

 

Link terkait WRC 2015 Indonesia:

www.wrc2015.net

www.faji.org

www.internationalrafting.com

 

Media Sosial:

Facebook:

wrc 2015 indonesia, IRF World Rafting Championships, International Rafting Federation

Twitter: @wrc2015ina

Path: @wrc2015ina

Instagram: @wrc2015ina

 

Untuk pendaftaran media peliput WRC 2015 Indonesia dan permintaan hasil, foto dan video  lomba, silahkan hubungi: Tagor Siagian, Humas dan Koordinator Media WRC 2015 Indonesia: Mobile: +62816806522, tagorgantolle@gmail.com

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org