FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

26 September 2012 07:24 PM

Sejarah Baru Arung Jeram Indonesia

Source: Pubdok

Sejarah baru prestasi Sertifikasi IRF & Kemenangan Bidding WRC R4 di Indonesia.

            Kembali Indonesia mengukir prestasi dibulan Ramadhan yang penuh berkah dengan disetujuinya BOD IRF mengutus wakilnya yaitu Joe Willy Jones (BOD IRF Sport and Competition) dan Graham Maifreddy (Sport & Competition Commiitee) untuk melakukan asesmen terhadap proposal PB FAJI utk Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia R4 ( perahu 4 orang ) di tahun 2014 di Sungai Citarik Sukabumi Jawa Barat. Sekaligus bisa dilakukannya sertifikasi untuk Guide, Trip Leader dan Instructor. Kenapa berkah, karena di dalam internal PB , isu itu sudah bergulir sejak lama dan banyak pertimbangan di antaranya adalah biaya mendatangkan mereka serta keyakinan kita atas kesiapan fasilitas, infrastruktur, dukungan dana & pemerintah, keamanan, manajemen & sdm serta pengalaman untuk siap diases dan dibandingkan dengan kemampuan Negara lain.

Prestasi dan Kepercayaan

            Prestasi membanggakan dengan telah terselenggaranya Sertifikasi IRF dan berhasil meluluskan 1 Guide dan 6 Instruktur serta secara resmi Indonesia memenangkan bidding utk WRC ( World Rafting Championship ) R4 2014 dengan perolehan suara mayoritas melawan proposalnya Negara Brazil yang sering juga menjadi Juara Umum. Suatu kepercayaan yang ditumbuhkan dalam proses panjang, yang dibangun dalam berbagai aktualisasi organisasi / individu dikegiatan lomba internasional, juri internasional, sebagai tuan rumah kejuaraan internasional dan hubungan integritas dengan komunitas internasional.

            Kepercayaan internasional yang dibangun dalam proses panjang sejak menjadi The Raising Star di WRC Korea 2007 & keikutan sertaan disertifikasi juri yg diwakili oleh Amalia Yunita dimana kedepannya selalu berkontribusi disetiap WRC dengan kenaikan status jurinya & menjadi handicap panitia; Runner Up di World Cup Series Japan 2008; Juara Umum Australasia Championship di Indonesia 2010; tahun 2011, 1 juri Indonesia diwakili oleh Joni Kurniawan menambah eksistensi Indonesia; keikut sertaan dalam berbagai kejuaraan internasional non WRC seperti R2 di China dengan prestasi terakhir menjadi juara III dan kemajuan prestasi ranking dalam beberapa kategori yang bisa tembus di 10 besar. Kepercayaan & prestasi itulah yang membuat keraguan para wakil IRF terjawab bahwa Indonesia mampu melaksanakan WRC.

Sertifikasi IRF utk Guide, Trip Leader & Instructor

            Program sertifikasi terkesan mendadak karena program ini dirancang sebagai program ikutannya proses bidding WRC R4 tahun 2014. Seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai tanggal 25 Juli sampai dengan 7 Agustus ini memang serba mendadak, karena dalam internal IRF sendiri ada kewajiban untuk mengumumkan tuan rumah penyelenggara pada Youth & Master WRC di Cezh 24 Agustus mendatang. Sehingga proses yang harus dijalani yaitu Scouting, Report, Voting oleh Committe dan persetujuan BOD memakan waktu minimal 3 minggu. Akhirnya baru pada tanggal 21 Juli semuanya konfirm dan dengan persiapan yang mendadak ini kita harus berusaha maksimal.

            Oleh karena rencana itu, kegiatan di atas sudah di”sounding” ke pengda2 secara informal karena menunggu kepastian jadi / tidaknya. Setelah adanya kepastian semua Pengda dihubungi melalui email, sms dan telepon, serta publikasi di website hanya 5 Pengda yang hadir yaitu: Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang hadir.  Pengda Sulut yang telah konfirmasi akan datang, tidak hadir tanpa keterangan.

            Tujuan sertifikasi adalah untuk menyediakan sdm yang berstandar tinggi bagi operator komersial, organisasi industri, federasi nasional, menunjang peraturan pemerintah dan pihak berkepentingan lainnya di seluruh dunia dengan standar tinggi yang sama bagi para profesional pemandu arung jeram.

            Program Sertifikasi untuk 3 level di atas dilakukan 3 hari berturut turut dan asesmen dilakukan baik didarat maupun disungai sesuai materi pengujian dan para peserta secara bergantian menjadi obyek asesmen sedangkan yang lainnya berperan dalam simulasi sebagai tamu/anggota atau menjadi tim yang terlatih.www.InRaftFed.com

 

 

 

Proses Sertifikasi yang “friendly” dan sangat memberdayakan

            H minus 1 – 26 Juli dilakukan workshop & “sharing” pengalaman sertifikasi untuk menyamakan pemahaman pengetahuan dan tehnik dalam menghadapi tes tertulis & praktek di darat & disungai sesuai standar IRF yang biasa dilakukan mereka. Materi yang dipraktekan & didiskusikan adalah tentang Flip & Reflip Boat, Z Drag dan tehnik presentasi yang semuanya dilakukan dalam batas waktu tertentu.

            Ketika H 1 – 27 Juli siang berjumpa dengan para asesor merupakan momen reuni karena kita telah mengenal mereka sejak WRC 2007 sebagai sesama “couch” lomba sehingga menghilangkan kesan tegang akan peran mereka sekarang sebagai asesor. Rasa tegang akan apa yang pernah terjadi mengikuti sertifikasi pertama kali di Korea tahun 2007 dengan asesor yang berbeda dimana standar tinggi akan kriteria, kurikulum materi & nilai yang sempat menggagalkan beberapa orang ( mungkin juga karena “demam panggung” dan belum ada bimbingan ).

            Siang itu digunakan untuk perkenalan dengan seluruh peserta dan staf pendukung operasional di Saung Ngalun Citarik sekaligus survey lokasi sungai dan merancang kebutuhan, “section” sungai yang akan digunakan sesuai kurikulum asesmen sertifikasi. Kelihatan sekali diwajah mereka gembira dan kata kata yang sering diucapkan “ good dan good lagi” karena semua kebutuhan dan alternatif operasional program sudah bisa menjawab untuk 3 hari ( biasanya seluruh kebutuhan mereka mengatur sendiri ).

            Setelah makan siang, pembukaan program sertifikasi dimulai informal dengan menjelaskan “itinerary” hari 1, yaitu tes dasar Flip & Reflip Boat ( berenang keperahu, flip boat, reflip & hitung pendayung, dayung kembali ke start – maksimal 2 menit ), Lempar Tali Simultan ( lempar tali ke korban, recoil dan lempar kembali, amankan korban & repack tali – 2 menit ), Z drag didarat ( proses awal – akhir – 2 menit ).

            Semua peserta merasa tegang karena adanya batasan waktu dan tes tersebut adalah untuk menentukan bisa lanjut atau tidaknya ke materi ujian berikutnya. Alhamdulilah hampir semua bisa lulus dan hanya 1 yang remedial esok hari untuk melakukan reflip dan naik keperahu,karena diketahui masalah bobot tubuh yang  besar yang menjadi faktor kesulitan naik. Hal yang menarik ketika para asesor memberikan contoh melakukan untuk setiap materi kecuali Z Drag ( utk Z Drag, FAJI meminta utk langsung diuji – hasilnya luar biasa bisa di bawah 1 menit ) dan melakukan perbaikan untuk kesempatan ke 2 kali. Hal yang menarik adalah bahwa mereka membuat suasana santai dan penuh tawa dan menekankan akan kualitas sebagai tujuan bukan waktu yang menjadi perhatian utama seperti yang menjadi targetan peserta sehingga ada kualitas proses yang tidak sesuai standar mereka. Dilain itu juga para asesor memberikan tip dan variasi tehnik sebagai tambahan wawasan pengetahuan & tehnik serta memberikan kesempatan untuk bertanya. Selesai tes kemudian pengumuman kelulusan tes dasar dan pengumuman kegiatan esok hari.

            H2 – 28 Juli, pagi hari dilakukan tes tertulis pilihan tentang pengetahuan & tehnik dan kasus arung jeram yang terdiri dari 23 pertanyaan dan dinyatakan lulus bila hasilnya di atas 17 pertanyaan yang benar. Bersyukur bahwa hasil tes terendah adalah 19 dan tertinggi adalah 22, kemudian asesor melakukan tanya jawab terhadap pertanyaan yang jawabannya salah sehingga bisa dipahami dari sisi apakah terjemahannya yang salah/persepsi peserta yg berbeda dan alasan jawaban seharusnya. Selesai tes tertulis kemudian dilanjutkan dengan tes kasus disungai yang masuk kemateri Trip Leader yaitu Skenario Emergency & Leadership.

            Sebelum dimulai dilakukan briefing tentang kasus kasus yang akan dihadapi dengan setiap peserta berbeda kasus. Kemudian disampaikan tentang 4 kriteria penilaian secara detil yaitu tentang Situation Assessment, Decision Making, Communication & Conducting Rescue dan sistim penilaiannya. 5 kasus berbeda yang dibuat berdasarkan kasus kasus yang banyak terjadi dan pemilihan siapa yang memulai dahulu dengan penunjukan secara random yang bikin deg degan karena kasusnya disampaikan langsung hanya awalnya saja dan peran dikasusnya hanya disampaikan kepada para peserta lainnya yang menjadi korban.

            Kasus kasus yang berbeda dari perahu terbalik & pendayung tersebar kemana mana & hanyut tidak termonitor; perahu wrap & z drag; pendayung hanyut & hilang di darat karena terjatuh dan pingsan; sepasang kekasih yang panik karena sang gadis terjebak foot entrapment karena kegiatan river boarding dan diselamatkan tim pengarung jeram. Kesungguhan berperan sebagai peserta simulasi yang tidak memberitahukan perannya kepada teman yang berperan sebagai  Trip Leader membuat suasana asesmen menjadi menarik dan memperlihatkan perilaku bertindak spontan, kemampuan dan pengalaman menghadapi keadaan darurat. Para Asesor dan asisten asesor terlihat geleng kepala, memandang dengan muka serius, bergumam ehmm dan berkomentar good adalah tanda tanda awal akan hasil tampilan setiap peran Trip Leader.

            Setiap kasus simulasi selesai dilakukan tiap peserta langsung dilakukan debrief akan alasan alasan terhadap apa yang dilakukan dan apa yang akan dilakukan pada kesempatan berikutnya bila hal itu terjadi. Kesempatan yang baik untuk peserta dan asesor memberikan penilaian yang transparan, bukan hanya hanya memberikan nilai dengan skala 1 – 5 sebagai yang nilai terbaik tetapi penilaian terhadap hal hal afektif & psikomotor setiap alasan pemberian nilai sekaligus kesimpulan kelebihan dan kekurangannya. Cara cara itu menambah wawasan dan pengalaman peserta sekaligus berdebar debar menanti penilaian dan kelulusan yang disampaikan setiap selesai debriefing. Momen pertama yang dialami peserta dari Jawa Tengah, Tri Haryanto dari Banyu Woong dengan muka tegang dan tiba tiba berubah tersenyum manis ketika Kepala Asesor Freddy berjabat tangan dan bilang “pass”..good job, sementara peserta lainnya juga makin berdebar debar menanti gilirannya. Sore itu selesai dengan mengembirakan dan menunggu hasil korespondensi dengan sekretariat IRF tentang aturan baru bahwa “level” instructor harus memiliki sertifikat Trip Leader aktif selama 2 tahun baru bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Penantian keputusan yang dibawa tidur tetapi kesiapan operasional kegiatan besok harus sudah siap dengan asesmen River Skill di sungai berbeda yaitu di Citatih.

            H3 – 29 Juli pagi peserta sudah siap sementara para asesor sedang mengecek email tentang keputusan aturan “level Instructor”. 1 jam kemudian datang para asesor dengan berita menggembirakan bahwa “ bila potensi dan nilai para peserta sertifikasi di atas rata rata maka diperbolehkan untuk melanjutkan ketahap berikutnya “. Berita yang meluruhkan stres karena targetan FAJI adalah menghasilkan sebanyak banyaknya lulusan instruktur dan memperlihatkan bahwa potensi kita sangat besar, seperti salah satu komentar asesor Canada ketika sertifikasi di Korea menawarkan kepada peserta sertifikasi Indonesia untuk siap kerja di Canada dengan catatan kemampuan bahasa Inggrisnya ditingkatkan.

            Menjelang makan siang, pengarungan sungai Citatih dimulai dengan 1 kayak inflatable dan 2 perahu serta 1 asesor ditiap perahunya untuk mengases kemampuan safety talk & briefing perjalanan, river skill – tehnik dayungan, mengangkat korban/pendayung dari sungai ke perahu, scouting on spot / on shore, ferrying back ward & berbagai tehnik ferrying lainnya tanpa bantuan pendayung, intruksi menyeimbangkan perahu & berbagai instruksi, memilih dan memasuki jalur pengarungan, eddy to eddy’s, mengamankan perahu didarat, komunikasi peluit/dayung & body signal, rescue system dll. Para peserta secara bergantian diperahunya masing masing membawa perahunya untuk mencoba memasuki jeram jeram yang berbeda dengan asumsi seperti membawa “ your mother “ istilah freddy sehingga kenyaman, keamanan dan motivasi untuk bekerjasama tercipta.            Sore hari selesai sudah pengarungan dan kembali ke Citarik untuk kegiatan asesmen presentasi materi sebagai bagian dari ketrampilan mengajar.

            Malam hari waktunya ujian akhir instruktur tentang kemampuan mengajar dengan setiap peserta mempresentasikan berbagai materi yang berbeda seperti Materi Cara menambal perahu, Tehnik Z Drag, Tehnik Kayaking Inflatable, Tehnik Mendayung, Perlengkapan Standar Arung Jeram dan Rescue, Pengenalan Pelampung – anatomi dan penggunaan. Sebelum ujian presentasi dimulai, asesor memberikan tehnik struktural mengajar dan memberikan kesempatan 10 menit untuk membuat kerangka tertulis pengajaran masing masing materi dengan asumsi sedang mengajar amatiran dan harus bisa membuat proses pembelajaran aktif terlibat. Asesmen berdasarkan 10 kriteria penilaian seperti “Teaching Style; Use of appropriate tools; Use of appropriate demonstration; Observation and Analysis; Use of questioning; Appropriate feedback; Verbal input and Instruction; Goal setting; Lesson Plan/Structure dan Appropriate Environment. Suasana & tehnik pengajaran para peserta sangat menarik dan umumnya dibuka dengan “games energizer” yang membuat gelak tawa karena berbagai gaya dan cara untuk membuat peserta simulasi terlibat aktif.

            Tanpa terasa sudah hampir dini hari saatnya pengumuman dan penutupan program yang seperti biasanya informal, santai tetapi tetap saja berdebar debar menunggu hasil akhir apakah ada tambahan tugas / catatan utk lengkapnya kelulusan. Hanya dengan kalimat pembukaan yang disampaikan Freddy sebagai Head Assessor “ welcome to international instructors networking…”, sebagai kalimat prolog atas kelulusan. Kegembiraanpun terpantul dari mimik muka para peserta sertifikasi yang selama 3 hari merasa tegang karena kriteria dan standar hasil ujian yang diharapkan tinggi dan mendapatkan kelulusan semua. Hal penting yang disampaikan para asesor dalam penutupan program yaitu “ Pengetahuan, Ketrampilan dan khususnya perilaku adalah penting untuk dijaga pada standar tinggi sebagai cerminan anggota international sehingga menjadi role model perkembangan & kemajuan arung jeram di Indonesia”.

 

Manfaat ganda dan wawasan

            Sesuai harapan pengurus bahwa mengikuti bidding WRC 2014 bukan hanya sebagai pemenangan sebagai tuan rumah tetapi merupakan promosi potensi dan kompetensi sdm dalam kegiatan rafting, tetapi juga kemampuan organisasi berkontribusi kepada dunia internasional. Hal itu tercermin ketika komentar Joe Willy Jones (BOD IRF Sport and Competition) bahwa dia tidak menduga sedemikian majunya rafting di Indonesia baik dalam dunia komersil maupun sport & competition yang didapat dari pengamatan langsung maupun info berbagai tayangan kegiatan.

            Sedangkan program sertifikasi bukan hanya tujuannya untuk menyediakan sdm yang berstandar tinggi bagi operator komersial, organisasi industri, federasi nasional, menunjang peraturan pemerintah dan pihak berkepentingan lainnya di seluruh dunia dengan standar tinggi yang sama bagi para profesional pemandu arung jeram tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri akan kepemilikan standar tinggi, perilaku dan wawasan.

            Kelulusannya 6 Instruktur dari  Pengda DKI – Nanang Suryana Arus Liar, Pengda Jabar – Deni Nugraha Riam Jeram, Pengda Jawa Tengah – Tri Haryanto Banyu Wong Adventure, Pengda Jawa Timur- Adi Ruswiono & Ismantoro Noar dan Abdullah Regulo Lintas Nusantara dan 1 Guide dari Pengda Banten – Aris Widodo Banten Rafting diharapkan bisa meningkatkan standar tinggi dalam berbagai bidang arung jeram sekaligus menjaga perilaku ”role model” bahwa sertifikat bukan segalanya dan bisa berkegiatan di sungai mana saja. Justru perilaku dan standar tinggi menjadikan kita untuk mematuhi dan menjalankan prosedural ( SOP ) & menghargai nilai nilai / aturan lokal. Hal ini juga disinggung dengan kejadian dibeberapa negara yang menyalah gunakan sertifikat untuk membuat pelatihan secara komersil dan meluluskan yang memang tidak layak sehingga terjadilah kecelakaan yang tragis.

            Wawasan bertambah dalam hal hal penyelenggaran pelatihan dan ukuran ukuran penilaian yang baku & transparan, kegiatan pelatihan/sertifikasi yang juga memberdayakan terhadap pengembangan. Wawasan akan kebutuhan yang harus disegerakan bahwa kemampuan & ketrampilan menejerial pengelolaan usaha, pengembangan sistim keamanan & keselamatan termasuk diantaranya pelatihan dan sertifikasi First Aid & CPR, Log Book Kegiatan/Kerja adalah syarat mutlak secara internasional.

            Sertifikat / upaya pengembangan apapun akan lebih berharga dan dimaknai ketika diperbanyak dengan berbagi dan mengembangkan secara sistematis serta bertanggung jawab didukung dengan perilaku dewasa serta standar tinggi. Hal diatas diharapkan dapat dibuktikan kembali sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia R4 sekaligus bisa dilakukan kembali program sertifikasi. Semoga kegiatan di atas memberikan inspirasi dan pkan perkembangan ke arah yang lebih tinggi dan perbedaan pemahaman merupakan dinamika berkomunitas, karena ” Sungai dimanapun menyatukan kita sebagai saudara ”.

 

Tonny Dumalang

 

 

 

Web Supported By: