FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

09 November 2005 01:13 PM

Pengda-pengda Belum Siap Tempur: Indomie pakai Kornet

Source: PB FAJI

Sampai menjelang libur panjang lebaran, belum satupun Tim Pengda yang masuk di desk pendaftaran Panitia Kejurnas. Pengda Sumut dan Sulut bahkan Pengda Jabar belum satupun menyebut nama Tim yang akan berlomba. Ini taktik lomba atau memang Pengda yang belum siap… bisa jadi. Kejurnas Arung Jeram Citarum 2005, yang merupakan pertandingan antar Pengda FAJI dan tangsi-tangsi Militer, memang berbeda dengan Kejurnas  lalu yang mempertandingkan antar Klub, dimana peran Pengda waktu itu dianggap termarginalkan dan mengundang protes internal

Pola turnamen antar Pengda dan tangsi Militer dalam Kejurnas ini, tentu merupakan tantangan baru buat Pengda-pengda untuk menunjukkan presence dan prestasi, dan tentu gengsi. Pengda yang aktif dan rutin menggelar turnamen seperti Sumut, Jabar, Jambi, Sumsel dan terakhir Sulsel dengan Rongkong 2004, mestinya tak begitu sulit menentukan Tim unggulan atau menyusun Tim baru dengan materi yang berkwalitas. Namun buat Pengda-pengda baru atau yang mati suri karena minimnya kegiatan atau terdelegimitasi oleh konstituennya, tentu akan merupakan tantangan tersendiri.

Singkatnya waktu persiapan, bulan puasa Ramadhan, libur panjang lebaran, juga dampak kenaikan BBM yangmenyebabkan perongkosan melambung, menjadi beban tambahan bagi Pengda-Pengda untuk mempersiapkan Tim nya. Mungkin tidak masalah kalau Tim yang berangkat adalah Tim yang sudah mandiri minimal dalam hal pendanaan. Pengda Sulsel sempat menghitung, perlu Rp. 30juta untuk memberangkatkan 1 (satu) Tim saja, mulai dari persiapan sampai kepulangan termasuk dukungan plus tambahan gizi untuk atlet dan official. Belum lagi kalau Tim berangkat dari negeri yang jauh seperti Medan, Palu, Menado, atau bahkan Nanggroe Aceh Darussalam yang rencananya memberangkatkan 1 (satu) Tim. Sungguh perjuangan yang sangat berat yang pantas dihargai bila Pengda-pengda di negeri nan jauh ini dapat mengirim Tim nya berlomba di Citarum 2005.

Namun antusiasme para penggiat di daerah juga sama kencangnya dengan rekannya di ibukota, hal ini yang cukup membuat dinamika internal Pengda. Di Sulut dikabarkan, lebih dari 5 (lima) Tim yang berniat mendaftar, namun belum jelasnya mekanisme pengambilan keputusan di Pengda, membuat ketidak puasan tersendiri, sampai-sampai wacana Musda pasca Kejurnas muncul kepermukaan. Pengda DKI yang merupakan Pengda baru yang terbentuk, juga belum punya mekanisme untuk memilih Tim yang berangkat, baru Arus Liar-EIGER yang bisa dipastikan, sementara 2 (dua) Tim lain yang merupakan gabungan beberapa organisasi, juga belum terang jenis kelaminnya, bahkan mulai mengundang keluhan, karena kurangnya transparansi. Mapala UI, yang juga berminat berlomba juga tidak mendapat jatah, konon karena ketinggalan informasi di jaman indomie pakai kornet... alias internet ini. (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org