FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

31 October 2005 10:00 AM

Jogja : menunggu sabdo Pandito Ratu

Source: Jelajah

Penyelenggaran Kejurnas Arung Jeram 2005, telah mendorong konsolidasi penggiat arung jeram di beberapa daerah. Walhatsil di Jakarta, Pengda DKI Jakarta terbentuk 2 (dua) minggu lalu, menyusul kemudian Pengda Jateng dan Jatim.  Konsolidasi ini boleh dikata kejar tayang, terhadap ketentuan Kejurnas Ciatrum 2005 yang hanya memperbolehkan kepesertaan pelomba  atas rekomendasi Pengda FAJI setempat, terkecuali undangan kalangan Instansi Militer yang dapat wild card karena perayaan Ulang Tahun Marinir dan pertimbangan pembinaan.

Dengan terbentuknya Pengda FAJI Jateng dan Jatim, makin komplitlah konsolidasi FAJI di tanah Jawa, setelah jauh sebelumnya Jawa Barat yang dimotori Wawan Permana – KAPINIS, membentuk Pengda FAJI tahun 2002 lalu. Kini 7 (tujuh) Pengcab telah terbentuk di Propinsi ini, menandakan gencarnya konsolidasi dan perkembangan arung jeram disana. Belum lagi berbagai pelatihan dan gelaran Kejuaraan yang memacu prestasi penggiat arung jeram di bumi Pasundan.

Di Jogja kegiatan arung jeram telah lama menjadi kegiatan yang akrab dikalangan penggiat alam terbuka, Palapsi dan Mapagama UGM sebagai perintis, juga beberapa Klub dari Perguruan Tinggi Swasta, telah lama bergiat di arung jeram. Sungai Progo, Elo dan Serayu, yang tak sulit dijangkau dari Jogya, memudahkan para penggiatnya dari waktu ke waktu melakukan pengarungan disana. Apalagi dengan hadirnya beberapa operator arung jeram yang nota bene sebagian adalah juga penggiat arung jeram, memudahkan cah-cah Jogja berlatih.

Namun sepanjang kegiatan pertandingan arung jeram tingkat nasional di gelar sejak Kejurnas Ayung Bali 1994, prestasi pengarung jeram Jogja belum menampakan prestasi yang menonjol. Walaupun sempat masuk 10 besar dalam Kejurnas Arung Jeram Serayu 1997, di Kejurnas Citarum 2001, prestasi Yogja malah terpuruk ke peringkat 15 (MAPALA - UMY), bahkan peringkat 26 (Palapsi-UGM), masih kalah oleh tetangganya Wapeala Undip Semarang  di peringkat 9 dan UPL MPL Unsoed di peringkat 13. Dan tentu prestasi ini jauh tertinggal dengan daerah lain seperi Sulawesi Utara dan Sumatera Utara, muka-muka baru yang menunjukkan semangat berprestasi yang luar biasa. Sulawesi Utara selalu masuk peringkat 3 (tiga) besar Nasional, bersaing ketat dengan Jawa Barat, juga Sumatera Utara, yang berkali-kali menggelar hajatan Kejuaraan Arung Jeram Internasional Asahan. Sulawesi Utara bahkan memiliki pengalaman internasional di World Rafting Champhionship, West Virginia – USA, sementara Sumatra Utara sempat di undang ke India dan berkali-kali menjadi juara arung jeram di Malaysia.

Sebenarnya interaksi para penggiat arung jeram Jogja dengan para arung jeram nasional semakin intens saat Gladian Nasional XI, pada bulan Juli 1997 di  Sungai Serayu, yang diselenggarakan Sekber Pecinta Alam  Yogyakarta. Lody Korua waktu itu diutus PB FAJI untuk menjadi Instruktur dalam sesi arung jeram dalam Jambore Pecinta Alam se Indonesia sekaligus mendiseminasikan pembentukan FAJI yang baru lahir waktu itu. Interaksi berlanjut pada Kejurnas Arung Jeram Serayu pada tahun yang sama, dimana para penggiat arung Jeram Jogja yang dimotori Ical, Mono dan Moko, dengan arahan dari sang senior Cahyo Alkantana, bahu membahu mensukseskan Kejurnas yang diselenggarakan FAJI. Namun sayang, momentum yang sangat bagus kala itu, belum membuahkan pembentukan Pengda FAJI di Yogjakarta.

Saat ini berbagai kegiatan terutama pelatihan arung jeram di Jogjakarta, dipayungi oleh FAJY, yang merupakan Forumnya Arung Jeram Yogyakarta, sebagai wadah komunikasi para penggiat arung jeram di Yogyakarta. Walaupun dari Jogjakarta diharapkan tumbuh prestasi arung jeram yang menonjol, namun hingga kini belum jelas arah kegiatan arung jeram di Jogjakarta, menuju arung jeram prestasi yang kini menjadi trend perkembangan arung jeram di tanah air, atau hanya kegiatan klangenan pengarungan sungai…. Namun dalam emailnya, Barkah salah seorang tokoh FAJY menyatakan, "Saya dan rekan-rekan dari Forumnya Arung Jeram Yogyakarta, selalu terbuka untuk bergabung dengan FAJI".  Sementara daerah lain berkejaran waktu mempersiapkan Tim unggulannya ke   Kejurnas Citarum 2005, penggiat arung jeram Jogja mungkin masih menunggu sabdo Pandito Ratu…. (BdY)

 

 

 

 

 

 

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org