FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

31 October 2005 10:18 AM

Ekspedisi ke Citarik : mudik lebaran

Source: Jelajah

Ekspedisi arung jeram boleh dikata adalah pengarungan sungai berjeram yang dilakukan lebih dari satu hari, kadang lebih dari satu minggu atau bahkan berbilang bulan. Ekspedisi merupakan bagian penting dalam kegiatan arung jeram dan kegiatan alam terbuka secara umum. Banyak pihak menganggap Ekspedisi adalah salah satu puncak pencapaian prestasi dalam kegiatan alam terbuka. Makin lama, makin jauh, makin sulit dan makin seru, disitulah rupanya prestasi diukur. Pencapaian Ekspedisi membutuhkan dukungan tidak saja teknis yang harus mumpuni, namun support dan juga dana yang hanya dapat didapat oleh manajemen Ekspedisi yang efisien dan networking yang luas.

Sudah lama kita tidak lagi dengar ada Ekspedisi arung jeram oleh penggiatnya di Indonesia, apalagi sejak krisis moneter mendera, mulai tahun 1998. Krisis yang meluluhlantakan berbagai sendi perekonomian bangsa (a.l. Rp. 600trilyun-an hanya untuk menutup kebocoran akibat krisis perbankan), termasuk mengusik dignity kita sebagai bangsa yang besar (korupsinya) tergadai ke lembaga-lembaga donor seperti IMF. Ternyata krisis juga berimbas pada minimnya kegiatan Ekspedisi arung jeram yang prestisius dan fenomenal.

Ekspedisi sungai berjeram di Indonesia berhulu pada Ekspedisi penyusuran Sungai Kapuas dan Mahakam di Kalimantan yang dilakukan seorang ilmuwan Belanda dengan menggunakan perahu suku Dayak yang terbuat dari kayu. Untuk menyusuri jeram-jeram di kedua sungai tersebut pada akhir abad ke 19 , konon diperlukan waktu selama setahun. Pada 1994 lalu,  rute ditelusuri kembali dengan perahu motor yang ternyata hanya ditempuh dalam waktu 44 hari.

Di dekade 70an, Sinarmas Jati – Mapala UI, bekerja sama dengan alumnus Havard Business School - USA, merintis Ekpedisi Arung Jeram di kiham-kiham Sungai Mahakam dan, Barito. Bagi Sinarmas Jati, Ekspedisi ini seperti mudik lebaran saja, karena beliau adalah anak bahau (Dayak) yang di lahirkan di Long Iram. Ekspedisi gabungan antar bangsa tahun 1978 itu, berulang pada 1979 dan 1980, yang terakhir ini Norman Edwin tampil mewakili Mapala UI. Ekspedisi-ekspedisi inilah merupakan tonggak rintisan Ekspedisi arung jeram di Indonesia.

Di Dekade 80 – 90an, kegiatan  Ekspedisi arung jeram beberapa kali di gelar, sayangnya kadang harus berujung timbulnya korban jiwa. Seperti Ekspedisi Sungai Alas, NAD 1986 oleh  Mapala UI, Mamberamo/Van Der Wall, Papua 1991 oleh Wanadri & PPGAD,  Sungai Saadan, Toraja - Sulawesi Selatan 1993 oleh IMAPALA Unmer Malang. Kemalangan di Sungai Alas, tidak menyurutkan semangat Mapala UI untuk melangsungkan Ekspedisi Sungai Tripa, Aceh Barat tahun 1990 dan Sungai Kayan, Kalimantan Timur tahun 1991.  Ekspedisi Internasional pertama dalam bidang arung jeram yang dilakukan oleh Aranyacala Trisakti yang mengarungi sungai-sungai di negara bagian California, Oregon dan Idaho, USA pada tahun 1992. Ekspedisi ini dilanjutkan dengan tim wanitanya yang berangkat mengarungi Sungai Zambesi, Zimbabwe di tahun 1994. Amalia Yunita, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) pertama, turut dalam Ekspedisi ini.

Setelah itu belum tercatat lagi Ekspedisi Arung Jeram yang fenomenal, walaupun masih tercatat beberapa ekspedisi yang dilakukan beberapa organisasi seperti Aranyacala Trisakti yang  berekspedisi ke  Sungai Lariang Sulawesi Tengah, Mapala UI berekspedisi ke Sulawesi pada tahun 1999, dan beberapa Ekspedisi lain ke Cibareno, Sukabumi.

Lahirnya FAJI di tahun 1996, belum lagi memacu kegiatan Ekspedisi arung jeram di Indonesia. FAJI hingga kini masih berkutat pada pembenahan organisasi, pelatihan dan turnamen arung jeram. Soal pelatihan dan turnamen inilah, yang menurut Lody Korua, “dari pelatihan dan pertandingan, kami berharap para penggiat memahami semua aspek teknis yang benar dalam berarung jeram. Sehingga mengurangi semaksimal mungkin terjadinya subjective danger.” Dan memang dengan penguasaan teknis yang benar dan terstandarisasi, diharapkan para penggiat memiliki bekal yang cukup dalam menggelar ekspedisi arung jeram, tinggal tambah managemen, support dan dana saja. Kalau hingga kini belum lagi kita dengar satu ekspedisi besar arung jeram, mungkin saja para penggiatnya lagi berekspedisi di Sungai Citarik…. sambil makan Pop Corn… (BdY)

 

 

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org