FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

08 December 2009 03:00 PM

Mura Open 2009 : Perang Dayung Para Bintang Menari di Hydrolik (Up Date - 2)

Source: PB FAJI & Pan Pel MURA OPEN 2009

Tim Peserta Kejuaraan Arung Jeram R-4 Tingkat Nasional, MUSI RAWAS OPEN 2009 di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan berdatangan dari 9 (sembilan) Propinsi di Indonesia. Ini merupakan Kejuaraan paling ramai yang pernah diselenggarakan untuk Kejuaraan Tingkat Nasional di luar Pulau Jawa. Kejuaaraan ini juga memiliki nilai historis karena untuk pertamakali mempertandingkan kategori R-4 (Empat Pedayung) di Indonesia. Sebelumnya kategori ini hanya populer di Eropa.

Dari 21  (dua pua puluh satu), yang sudah registrasi ulang sampai  Senin 7 Desember 2009, terdiri dari 1 (satu) Tim Putri dari Ponorogo Jawa Timur, 3 (tiga) tim dari Sumut : Bingei Rafting, Kantor SAR Medan, dan Universitas Negeri Medan (Unimed), 2 (dua) Tim dari Jambi : Sorolangun A & B, 1 (satu) Tim dari FAJI Bengkulu, 3 (Tiga) Tim Operator dari DKI Jakarta : Arus Liar A & B, dan Kaldera, 2 (dua) tim dari Jawa Barat : Pengda Jabar dan Kapinis Bandung,  2 (dua) Tim dari FAJI Lampung, 1 (satu) tim dari Sumatera Barat : Mapala Universitas Andalas, 6 (enam) Tim Sumatera Selatan : Kota Lubuk Linggau, Kab. Muara Enim yang menurunkan 5 (lima)  Tim: Enim Jeram, Bukit Asam A & B, PAMA 1 & PAMA 2. Dan kehadiran Tim Putri dari Ponorogo tentu membuat suasana makin meriah diantara peserta dan warga setempat. Membanjirnya petarung jeram di desa yang agak terpencil ini tentu membuat hiburan dan kesenangan tersediri bagi masyarakat setempat. Bazar makanan lokalpun digelar dadakan untuk memeriahkan suasana.

Dalam 2 (dua) hari uji coba, para peserta benar-benar menikmati segaranya air gunung dan derasnya debit Sungai Musi Rawas yang saat musim hujan ini debitnya terus meningkat. Walau gradien sungai tidak tinggi, namun derasnya aliran sungai membuat tantangan tersendiri.  Adapun Mr. Jackstadt Georg Siegeried atau dikenal sebagai Mr. Halim, warga Jerman yang kini bermukim di Bukit Lawang Sumatera Utara, seorang Profesional Kayaker yang membantu penyelenggaraan Kejuaraan ini dibidang River Rescue, cukup takjub dengan jeram-jeram Musi Rawas. Bahkan ketika mengarungi Musi Rawas dengan perahu single Kayaknya sempat menikmati menari-nari di lidah jeram dan harus memakai teknik eskimo roll beberapa kali untuk menyelematkan diri dari sergapan hidrolik. Rencananya diakan mengarungi ruas yang lebih hulu untuk simulasi Sumatra Ekspedition of Extreme Kayaker 2010.

Lody Korua, Ketua Bidang Bina Teknik dan Prestasi yang menjadi Race Director dalam Kejuaraan ini juga menyatakan kegembiraannya, "Sungai Musi Rawas, cocok untuk Kejuaraan R-4, kalau sukses kita bisa selenggarakan Kejuaraan Arung Jeram R-4 Internasional disini. Selintas jeramnya biasa saja, tapi tetap membahayakan karena arusnya yang kencang. Kami sudah briefing peserta yang uji coba untuk tetap berhati-hati dan tidak melupakan perlengkapan keselamatan dan safety prosedure".

Sementara Joni Kurniawan, yang akan bertindak sebagai Chief Judge dalam Kejuaraan MURA OPEN 2009, pada tanggal 7-8 Desember 2009 ini menyelenggarakan pelatihan Juri, yang diikuti oleh 26 (dua puluh enam) orang dari unsur pemuda setempat didukung unsur Pecinta Alam dari Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Palembang. Dalam mempersiapkan arena lomba, pemasangan gawang untuk nomor Slalom menjadi tantangan tersendiri karena lebar sungai di beberapa ruas  mencapai 120 meter, disamping derasnya debit yang memberikan kesulitan. "Komunikasi yang baik dan pelibatan masyarakat lokal akan menjadi kunci penting dalam kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Arung Jeram", demikian kata Joni Kurniwawan.

Sementara Sekretaris Jendral PB FAJI (Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia), Budi Yakin, yang melakukan supervisi pelaksanaan Kejuaraan menyatakan bahwa persiapan teknis Kejuaraan berjalan lancar. "Kami PB FAJI, mengirim orang-orang terbaik untuk mensukseskan kegiatan ini, mereka para profesinal yang berpengalaman Internasional, dan terbiasa menyelenggarakan kegiatan sejenis dengan skala lebih besar. Sejauh ini persiapan lomba berjalan sesuai rencana, kendala dan hambatan adalah hal biasa yang kita carikan jalan keluar. Dukungan Pemkab Musi Rawas dan masyarakat setempat yang antusias memudahkan semua pekerjaan Tim kami di lapangan." Lody Korua yang menjadi Race Director Mura Open memiliki pengalaman International di China, Jepang dan Korea, demikian juga Chief Judge, Joni Kurniawan dari Medan, memiliki pengalaman manca negara di India dan Malaysia.


Persaingan antar peserta sudah tampak sejak uji coba hari-hari ini. Tim Kaldera sehari dua-tiga kali mengarungi Musi Rawas untuk menghafalkan tiap ruas jeram, demikian juga Kapinis Bandung, dan Arus Liar yang menjanjikan pertarungan seru. "Kami tentu akan menunjukkan Kelas kami sebagai Juara Nasional, dan Mura Open 2009 menjadi target sasaran kami untuk ke AustralAsia 2010" demikian ungkap Kang Jenggo dari Kapinis. Dan Toni Dumalang Manager Tim Arus Liar menyatakan, "Kami sengaja membawa dua Tim ke Musi Rawas ini, untuk menyusun formula tim terbaik ke Kejurnas Ciberang dan target memenangkan AustralAsia 2010. Tim kami memang kami siapkan khusus tidak saja untuk bersaing lokal namun untuk event Internasional. Beberapa waktu lalu Tim ini juga bertanding di Cina".


Persaingan prestasi di Mura Open 2009 diperkirakan tidak jauh dari 3 - 4 Tim Peserta Unggulan : Kaldera dan Arus Liar DKI, serta Kapinis dan Pengda FAJI Jabar. Namun kuda hitam seperti Tim-tim dari Muara Enim bisa juga memberikan kejutan. Dan Tim Sarolangun Jambi bisa  memberikan perlawanan sengit, karena karakter sungai Merangin tempat mereka berlatih sangat mirip dengan Musi Rawas ini.  Belum lagi Tim Bingei Rafting yang merupakan inti kekuatan Sumatera Utara, pasti memanfaatkan segala kekuatan pedayungnya diantara persaingan para Tim Unggulan. Tim Bingei Rafting yang berasal dari Binjei yang merupakan Tim dari perusahaan wisata arung jeram terbesar di Sumatra, juga dikenal memiliki kekuatan dayungan yang luar biasa. Dan Tim Putri-pun menjanjikan perlawanan dan tak ingin hanya menjadi juru kunci diantara para Pria.... siapa yang dapat mereka taklukkan...(hatinya....)


Persaingan juga ditunjukkan dalam pemakaian teknologi dayung, karena dari 20 (dua puluhan) peserta MURA OPEN 2009 ini, 3 - 4 Tim Peserta Unggulan inilah yang di Indonesia yang memiliki Dayung  berbahan Karbon yang ringan bobotnya namun kuat dan andal. Harganya yang mencapai Rp. 2 - 3 juta per dayung tentu menunjukkan kelas tersendiri, di banding dayung wisata arung jeram reguler  yang paling mahal berharga Rp. 175 - 700rb, harga tidak bohong bukan...  


Desain pelampung juga menampakan bentuk persaingan yang lain, Tim-tim unggulan telah menggunakan pelampung dengan desain khusus kompetisi yang mengurangi gangguan gerakan dan dayungan, namun tetap memiliki daya apung yang optimal. Sementara banyak Tim lain hanya menggunakan pelampung tipe komersial yang biasa digunakan pada tetamu wisata arung jeram.  Demikian juga Helm kompetisi yang ringkas namun handal dipakai Tim-tim Unggulan, berbeda dengan helm standard wisata yang banyak digunakan Tim kebanyakan. Namun semua akan kembali kepada kemampuan dan skill para penggunanya. Yang jadi pertimbangan, dalam era Arung Jeram prestasi, faktor-faktor kecil bisa menjadi penentu kemenangan karena persaingan  yang sudah sedemikian ketat, bagi mereka, desain, weight and durability is a matter. Jangan lupa fair play ya.... (BdY)


 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org