FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

02 June 2009 08:16 AM

Catatan kecil # 4 WRC Bosnia 2009 : Spectacular Night Slalom

Source: Amalia Yunita

Catatan kecil # 4  dari World Rafting Championship 2009

Banjaluka, 23 May 2009

Spectacular Night Slalom

Publikasi menjadi hal semakin penting dan diperhitungkan oleh IRF untuk penyelenggaraan lomba. Dan Bosnia menjawabnya dengan menghabiskan banyak anggaran untuk menyewa PH (Production House) untuk membuat tayangan life di setiap pertandingan. WRC jadi bahan pembicaraan di seluruh pelosok Bosnia dan ditayangkan 12 jam sehari. Bicara publikasi yang demikian ‘heboh' tentunya WRC harus ‘disulap' juga jadi tontonan yang menarik untuk orang awam.

Night Slalom merupakan salah satu bagian inovasi yang membuat WRC kali ini berbeda dengan biasa. Lampu-lampu sorot membuat arena Slalom sepanjang 800m menjadi seperti benang emas jika dilihat dari atas dengan helicopter. Dari atas sana sebingkai lensa meneropong mengabadikan dan menyiarkan berbagai aktivitas yang terjadi di sungai serta di deretan tribun penonton yang ramai dihadiri oleh tidak kurang dari 3.000 orang.

Camera-camera yang dibesut bingkai besi panjang,  terus berputar-putar memonitor setiap peserta yang menarikan perahunya masuk ke bingkai gawang. Tayangan live ini juga diperkuat dengan komentator handal dan studio mini di dalam van yang senantiasa mengikuti ke setiap arena.

Menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh panitia dan terutama juri untuk dapat memberikan nilai dan angka hukuman  yang benar di bawah sorotan camera. Termasuk juga menyiarkan hasilnya dalam waktu bersamaan. Hawa dingin dan kegelapan malam tak boleh jadi penghalang untuk terus berkonsentrasi selama pertandingan berlangsung. Seluruh wasit dan juri sempat panik ketika detik dimana pertandingan harus dimulai, gawang nomor 8 tiba-tiba patah tanpa sebab. Peserta, penonton dan juri semua bertambah tegang. Perlu waktu agak lama untuk memperbaikinya.

Dalam lomba Slalom, skill peserta benar-benar diuji untuk dapat melewati kedua belas gawang dengan mulus. Tak hanya pandai mendayung, peserta juga harus pandai meliukan badan bak pesenam untuk dapat menghindar dari sentuhan gawang. Ada 12 gawang yang dipasang panitia di arena Slalom.

Pada putaran pertama kategori Men, Slovakia dan Venezuela tampak unggul dengan angka penalti 0. JIka ditambah dengan waktu tempuh, Germany yang terkena penalti 5 di gawang no 11 dan Japan yang menyentuh gawang 4 dan 11 masih unggul diatas keduanya. Banyak peserta yang terkecoh di gawang 9 karena setelah melewati gawang 8 ke arah hulu, peserta harus menyeberang arus kuat untuk dapat masuk ke gawang 9. Di putaran kedua, Japan, Czech, Great Britain, Canada dan Netherland mampu melewati semua gawang dengan mulus. Dari perbandingan nilai terbaik diantara kedua putaran tersebut akhirnya Japan keluar sebagai pemenang lomba Slalom diikuti oleh Germany dan Czech Republic.

Untuk kategori Women, hanya Tim Great Britain di putaran pertama dan Japan di putaran kedua yang dapat melewati gawang tanpa angka hukuman. Tim Japan yang menyentuh gawang 10 berada di urutan teratas pada putaran pertama dan Canada yang menyentuh gawang 7 dan 9 mampu berada di urutan teratas pada putaran kedua. Dari nilai terbaik diantara 2 putaran, Canada unggul untuk nomor Slalom diikuti Slovakia dan Czech Republic.

Hiruk pikuk lomba Slalom yang dimulai pada jam 17:30 sore berakhir jam 21 malam. Dua jam kemudian pesta pembagian hadiah dimulai. Walau terpuruk ke ranking 5 pada nomor H2H dan nomor 6 pada lomba Slalom, Brazil berhasil mempertahankan medali emas yang disandangnya pada WRC 2007 di Korea. Sementara Tim Japan yang sempat terpuruk di ranking 13 dalam nomor H2H berhasil menaikkan peringkat overallnya dari posisi 3 pada WRC 2007 menjadi peraih medali perak. Great Britain yang juga terjungkal ke posisi 11 dalam nomor DRR mendapat medali perunggu. Suatu lompatan prestasi yang bagus mengingat tim ini hanya berada pada urutan ke 8 dalam kejuaraan dunia sebelumnya.

Pada kategori Women, Canada menohok pesaing utamanya Czech Republic dan memenangkan medali emas. Sama dengan Men Team, Tim Japan juga meraih medali perak diikuti dengan Tim Czech  di urutan ke 3. New Zealand yang memenangkan medali perunggu pada WRC 2007 absen pada WRC kali ini. Biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan untuk mengongkosi tim dan banyak menjadi alasan ketidak hadiran tim-tim unggulan dari luar Eropa.

Jam 2 pagi pesta itu usai. Hari-hari yang diwarnai ketegangan bercampur pesta pora. Kalau saja Tim Indonesia hadir tentu ikut berpesta, dan yang terpenting memperkenalkan (arung jeram) Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Namun tahun depan Indonesia mendapat kepercayaan internasional untuk penyelenggaraan lomba Australasia Rafting Championship, dan mudah-mudahan kita semua dapat bergandengan tangan dengan selaras tuk buktikan bahwa Indonesia pun mampu. Semoga! (AY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org