FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

22 April 2009 04:02 AM

SONGA kampiun SLALOM - MACAN Banten Juara UMUM : Patahnya Dayung CARBON

Source: Panitia Lomba

Kejutan demi kejutan terjadi dalam Kejuaraan Arung Jeram Citarum OPEN 2009, yang berakhir tanggal 19 April 2008. Tim debutan baru MACAN Banten membolak-balikkan perkiraan dengan menjuarai event CITARUM OPEN ini. MACAN Banten  dalam pertarungan terakhir di nomor SLALOM kembali meraih posisi Runner-up, seperti juga di nomor-nomor pertandingan sebelumnya SPRINT, HEAD 2 HEAD dan DOWN RIVER RACE, Tim ini secara konsisten meraih posisi Runner-up.

Pada nomor SLALOM, seluruh peserta hanya diberi kesempatan melakukan 1 kali Run yang biasanya berdasarkan ketentuan lomba IRF dan FAJI dilaksanakan dalam 2 Run.  Keputusan yg disepakati peserta ini karena tidak cukupnya waktu untuk memberi kesempatan bagi membludaknya peserta (55 tim) yang ikut untuk turun dalam 2 run.

Pada perlombaan Slalom ini, Tim CALDERA B yang start pertama melakukan Run dengan hasil yang nyaris sempurna, dengan angka pinalty hanya 10 detik. Disusul  Tim MACAN Banten yang Start pada urutan kedua dengan menunjukkan determinasi dan konsentrasi yang luar biasa, gawang demi gawang dilalui dengan mulus dan efisien, dengan hanya menorehkan 5 detik angka penalti.

Tim SONGA B yang kemudian start pada urutan ketiga sampai gawang 7 masih melaju dengan mulus, namun pada gawang 8 tim ini harus menerima pinalty 5, dan di bawah jembatan pandang pada gawang 9, perahu yang di komandani Aris tak mampu memasuki gawang dengan sempurna bahkan 4 awak tidak masuk gawang, angka hukuman 50 detik pun tercatat di notes juri.

Untuk menyelamatkan catatan poin Tim SONGA B, Tim Manager SONGA - Tri Harsono, langsung menginstruksikan Tim SONGA A yang start pada urutan 9 untuk rileks dan fokus menghadapi pertandingan, karena hasil buruk Tim SONGA B hanya bisa diselamatkan bila Tim SONGA A dapat menjuarai nomor SLALOM ini. Pesan lewat HT inilah rupanya membawa Tim SONGA A menorehkan prestasi gemilang dengan melewati seluruh gawang tanpa penalti dan menjuarai nomor SLALOM. Hasil ini menyelamatkan perolehan poin Tim SONGA B yang sampai hari ke 3, hanya berada di peringkat 3 OVERALL. Dengan "penyelematan" oleh Tim SONGA A inilah, Tim SONGA B masih bisa berbangga pulang ke Desa Condong, Probolinggo dengan peringkat 3 OVERALL.

Sementara Tim CALDERA B yang hanya meraih peringkat 3 di nomor SLALOM dibawah MACAN Banten, harus puas membawa raihan Runner-up OVERALL. Tim CALDERA A yang bermaterikan atlet yunior belum mampu mengimbangi seniornya  CALDERA B, yang telah berprestasi sebagai 5 besar di Kejuaraan ASAHAN 2007 dan Kejurnas MERANGIN 2008.

BANTEN from ZERO to HERO. Kalau boleh kita catat, dalam peta persaingan, prestasi Tim dari BANTEN sangat menonjol pada Kejuaraan CITARUM ini. Ini tidak lepas dari konsistensi pembinaan yang dilakukan oleh FAJI Banten, yang dimotori salah satu diantaranya, Kompol Agus Rasyid, Ketua Harian Pengda FAJI Banten. Konsistensi ini terihat dari keikutsertaan dalam berbagai ajang Kejuaraan Arung Jeram yang dimulai dari Kejurnas Arung jeram Citarum 2005, Best of the Best 2007 dan Kejurnas MERANGIN 2008. Mereka memulai dari awal, ZERO, namun dengan konsistensi latihan yang sungguh-sungguh dengan semangat yang terus menyala. Tahun 2007-2008 ditandai dengan  perintisan wisata arung jeram di Ciberang dengan berbagai fasilitas latihan dan insfrastruktur yang dibantu Pemerintah Provinsi Banten. Modal besar inilah yang kemudian menjadi pelecut pembinaan prestasi arung jeram Tim-tim arung jeram dari Banten.

Dengan dibantu asistensi pelatihan dari KAPINIS Bandung dengan mengirimkan salah satu atlet terbaiknya, Herman DEBLENG, maka remaja (sungai) Ciberang yang biasa mencari rumput untuk kambing dan sapi, digembleng siang malam penjadi petarung jeram kelas Nasional. Demikian juga para tamtama-bintara BRIMOB dilatih intensif disela tugas pengamanan negara untuk menjadi atlet-atlet handal arung jeram kelas nasional. Maka kita lihat Tim-tim dari Banten ; MACAN Banten, BRIMOB Banten dan BADUY kini menjadi monster yang siap menerkam lawan-lawannya di pertarungan arung jeram Nasional. Kini mereka telah menjadi HERO.

Anak-anak PEKALEN. Raihan prestasi SONGA A di nomor SLALOM patut pula diapresiasi. Nomor SLALOM ini seakan menjadi spesialisasi anak-anak sungai Pekalen Probolinggo, maka termasuk NOARS dan FAJI Kota Malang, maka dari sepuluh besar nomor SLALOM, 4 (empat) Tim berasal dari Pekalen. Kita pernah catat, kejutan yang ditorehkan oleh Tim REGULO Rafting dari Probolinggo yang menjuarai nomor SLALOM di Kejurnas CITARUM 2006. Ini menandakan bahwa pembinaan prestasi dan keilmuan arung jeram mulai merata didaerah-daerah, dan Sungai Pekalen yang memiliki grade kesulitan cukup tinggi untuk sungai wisata arung jeram, melatih naluri para petarung jeram dari Pekalen ini untuk lihai bermanuver diantara jeram-jeram dan gawang-gawang di kejuaraan arung jeram.

Kiranya juga patut dicatat prestasi Tim Arung Jeram dari FAJI Asahan, setelah terseok-seok pada kelas lomba hari-hari sebelumnya pada peringkat 15-20an di nomor-nomor kecepatan, SPRINT - H2H dan DRR. Pada nomor Slalom ini tim ini mampu melonjak meraih peringkat 5.  Namun apa yang ditampilkan tim dari Sumatera Utara pada lomba kali ini seolah tidak menunjukkan kelas Sumut sebagai tim unggulan sebagaimana yang dikenal selama ini. Sebagai gambaran, tahun 2005 dalam Kejuaraan di Rongkong, Tim bentukan Pengda FAJI Sumut mampu meladeni dengan ketat pertarungan dengan ARUS LIAR, salah satu Tim terbaik Indonesia saat ini. Dan pada kejuaraan tersebut berhasil menjadi runer up, termasuk juga peringkat yang cukup baik di Kejurnas Citarum  2006 dan Kejurnas Serayu 2007. Pada kejurnas Serayu 2007 tim Sumut menempati peringkat 4 Nasional. Bahkan pada nomor slalom menduduki posisi 2.

SLALOM Phobia. Dan perlu juga diberikan catatan untuk Tim-tim KAPINIS Bandung yang selalu gagal berprestasi di nomor SLALOM, berbeda dengan prestasi mereka di nomor-nomor kecepatan yang menggetarkan semua lawan. KAPINIS sebagai jawara nasional saat ini perlu membenahi skill di sektor SLALOM ini, karena ramuan personil Tim KAPINIS yang biasanya terdiri dari petarung jeram dan atlet dayung memiliki titik lemah di nomor penuh manuver ini.

KAPINIS sebagai tuan rumah dalam Kejuaraan ini diwakili beberapa Tim, namun nampaknya Tim KAPINIS Gadamusa yang menjadi andalan dalam Kejuaraan ini, dibekali dengan Dayung Karbon, dan di skiperi UNYIL Solihin - petarung terhandal dari KAPINIS, hanya masuk dalam peringkat 10 Overall. Bisa jadi KAPINIS memang memberi kesempatan Tim-tim tamu untuk berprestasi dalam ajang non-Kejurnas ini, dan menyimpan tenaga untuk WRC Bosnia bulan Mei 2009 mendatang. Pertanyaannya adalah...kenapa tidak diuji sekalian Tim WRC Bosnia dalam event Citarum OPEN 2009 ini...

Pertarungan CARBON. Dayung CARBON Made in Europe yang berharga US$ 200 - US$ 400  menjadi perbincangan sejak muncul dalam pertarungan Best of the Best 2007, dimana saat itu baru Tim ARUS LIAR - EIGER yang memanfaatkan produk berteknologi tinggi ini. Dan ARUS LIAR - EIGER memenangi pertarungan melawan KAPINIS, Juara Nasional saat itu, dalam BEST of the BEST dengan Dayung CARBON yang selalu terbungkus rapi, sebelum dan sesudah dipakai ini.

Dayung CARBON juga yang menjadi pelengkap "percaya diri"nya Tim Indonesia di ajang WRC Korea 2007, dimana Indonesia menjadi Rookie of the Year dengan perolehan peringkat 12 dunia. Kemudian di ajang World Cup Jepang 2008, dimana KAPINIS Bandung harus membentuk Tim sendiri, melengkapi diri dengan senjata Dayung CARBON ini.

Teknologi bukan segalanya, itu yang bisa juga kita catat dalam Kejuaraan CITARUM OPEN 2009 ini. Dua Tim elite CALDERA B dan KAPINIS Gadamusa yang dibekali dayung-dayung berteknologi tinggi berbahan CARBON tidak berkutik melawan semangat dan skill anak-anak Ciberang yang memakai dayung-dayung klasik, berteknologi lama berbahan plastik moulding tekanan tinggi, merk CARISLE, teknologi yang sudah tertinggal 10 tahun dari Dayung Carbon yang sudah dipakai para petarung jeram kelas dunia sejak akhir dekade 1990an.

Memang Dayung CARBON terbukti membantu saat CALDERA memenangkan nomor Down River Race dimana dibutuhkan daya tahan. Dayung CARBON yang memiliki bobot jauh lebih ringan dari Dayung Plastik Moulding, memiliki lekuk bilah dan pegangan yang mantafff... memberi efek kayuhan yang lebih ringan namun berisi. Maka bisa jadi efek Dayung CARBON akan membantu, namun kembali lagi, teknik, stamina, determinasi dan konsentrasi akan menjadi penentu utama kemenangan dalam pertarungan, dan MACAN Banten telah membuktikan...patahnya mitos Dayung CARBON. (BdY)

 

Klasemen SLALOM Overall :

(1).    SONGA A 

(2).    MACAN Banten               

(3).    CALDERA B                   

(4).    NOARS

(5)       FAJI Asahan

(6).    SONGA B                       

(7).    FAJI Kota Malang             

(8).    BRIMOB Banten A

(9).    KOMPASS  Pengalengan Bandung

(10).    KAPINIS Gadamusa      

 

Klasemen OVERALL :

(1)                   MACAN Banten                                  871 poin

(2)                   CALDERA B                                      855 poin

(3)                   SONGA B                                          762 poin

(4)                   SONGA A                                          696 poin

(5)                   BRIMOB Banten B                              668 poin

(6)                   KAPINIS Gadamusa                           640 poin

(7)                   Baduy Rafting                                    591 poin

(8)                   NOARS                                             570 poin

(9)                   KAPINIS Boogie                                537 poin

(10)              CALDERA A                                      537 poin     

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org