FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

11 April 2009 10:53 PM

Indonesia Kayak Extreme Expedition : golok Banten

Source: BdY

Sejak 30 Maret 2009 lalu selama sebulan, PB FAJI kedatangan tamu Extreme Kayaker kelas dunia diantaranya : (1) JARED MEEHAN ( NEW ZEALAND ) (2) OLAF OBSOMMER ( GERMANY ) (3) FABIAN DORFLER ( GERMANY ) (4) THOMASS MARNICS ( LATVIA ) (5) SAM SUTTON ( NEW ZEALAND ).

Mereka masih muda dan keren-keren lagi…hanya OLAF OBSOMER yang merangkap sebagai producer film saja yang usianya hampir kepala empat. Dan prestasi ini-ini orang juga bukan kepalang, mereka inilah dewa-dewa Kayak Extreme kelas Dunia saat ini. JARED MEEHAN misalnya, dia adalah “top slalom kayaker in New Zealand”, dan pernah tergabung sebagai anggota Timnas Kayak Arus Deras New Zealand selama 6 tahun untuk mengikuti berbagai sirkuit Kejuaraan Dunia Kayak Slalom di Eropa dan Amerika Serikat.

Sementara OLAF OBSOMMER ( GERMANY ), adalah mantan anggota Tim Eropa pertama yang mengarungi Grand Canyon of the Stikine (Canada) yang sering dianggap sebagai “the Mt. Everest of whitewater”. Dia oranglah yang yang membuat film “Stikine the Great River” dan mengorganizir berbagai pembuatan film documenter Kayak Arus Deras yang hasilnya dipajang di Klub-klub dan Toko-toko Kayak (outdoor) di Eropa dan Amerika. Dan pengalamannya yang tak terlupakan adalah ketika melakukan First Descent di Sungai Shire yang merupakan hulu Danau Malawi di Afrika, dimana dia tak hanya harus berebut nyawa dengan keganasan jeram yang dahsyat, namun juga serangan buaya dan kuda nil liar yang ganas.

Adalah FABIAN DORFLER yang sejak 2005 mengumpulkan berbagai medali Kejuaraan Kayak Slalom diantaranya atas kemenangannya sebagai Juara Dunia dua kali baik Single maupun Team, Kejuaraan Eropa, dan tentunya Kejuaraan Nasional di Jerman.

Sementara THOMASS MARNICS yang berasal dari Latvia, negara pecahan Uni Sovyet itu, pernah jadi Pejudo Nasional cilik diusia 8-9 tahun dan atlet kelas dunia volley pantai. Dia akhirnya menggeluti Kayak Arus Deras dan terbiasa mengarungi jeram-jeram ganas diseluruh pelosok dunia, termasuk menjelajahi jeram-jeram kelas V di Pegunungan Altai - Siberia yang dinginnya kejam membekukan tulang dan otak.

Di Siberia ini dia dan teman-temannya sempat membuat film dokumenter Kayak Arus Deras “Top grade”.

Dan diantara mereka yang paling “brondong” adalah SAM SUTTON dari NEW ZEALAND, yang kelahiran 1988, walau baru berkenalan dengan Kayak selama 3,5 tahun, namun dia inilah Top of the Top Extreme Kayaker dari Selandia Baru. Sejak 2006 - 2008, Trophy Kayak Arus Deras Nasional nomor Free Style direbutnya tanpa kecuali, disamping Trophy-trophy Juara kelas lainnya.

Ekspedisi mereka ke Indonesia kali ini dikompori oleh JARED MEEHAN dan beberapa temannya yang telah melakukan Ekspedisi Kayaking di Sumatra tahun 2002/2003 dan ingin kembali lagi. Mereka terkesima oleh serunya jeram-jeram di Sumatra dan hendak menemukan rusa-ruas sungai lainnya, yang kebanyakan merupakan First Descent. Bagi kayaker, First Descent sama halnya mendaki gunung perawan yang sebelumnya belum pernah didaki.. belah duren…..begitulah ….oh alangkah dahsyatnya…

Kedatangan mereka yang disponsori Adidas (http://www.adidas-sickline.com) akan mendatangi jeram-jeram ekstrim di Indonesia khususnya Jawa bagian barat dan Sumatra. Mr. Halim yang selama ini ikut mengembangkan wisata Petualangan dan Expedisi Arung Jeram di Sumut dan Aceh, dan wisata Pulau Banyak di Singkil Aceh, menjadi Liason Officer dalam kegiatan ini. Sementara Lody Korua mewakili PB FAJI, menjadi host dalam penyelenggaraan kegiatan ini, dengan disponsori Arus Liar Adventure dan EIGER sebagai pendukung transportasi-personel dan logistik.

Sungai Cibareno di Sukabumi langsung dijajal pada hari Kedua kedatangan mereka di Indonesia, tanggal 31 Maret 2009. Sungai yang kali pertama di arungi oleh Tim Arus Liar beberapa tahun lalu ini memiliki jeram kelas V/VI untuk pengarungan dengan raft (perahu karet), karena memiliki banyak jeram waterfall yang tidak halal untuk dilalui. Namun Oleh Tim Extreme Kayaker Adidas SickLine ini jeram dan curug-curug di Cibareno menjadi ajang permainan mengasyikkan. “Cibareno falls is world class rapid. We will invite our friend around the world to come again. This is good business for you and us” begitu komentar THOMASS MARNICS.

Hari Ketiga, 1 April 2009 mereka akan menjajal Curug Cianten Di Leuliang, namun debit dibawah normal selain karena telah dialirkan untuk PLTA, sehingga mereka tak hendak terbang di Curug Cianten yang tingginya 22- 26 meter itu !!!! Konon mereka biasa “menerbangi” jeram setinggi itu asal debitnya cukup, seperti pernah mereka lakukan di Mexico. Dan penontonpun kecewa…..karena urung menyaksikan “penerbangan” mereka di Curug Cianten hari itu.

Secara teori bila debit cukup, curug alias waterfall menghasilkan hidrolik dan gelembung buih yang merupakan suspensi buat happy landing mereka, karena hidrolik ini akan merupakan struktur pendaratan yang lembut karena banyak diisi rongga-rongga udara dan vector-vektor gaya yang tidak beraturan. Kalau tidak ada suspensi ini hamparan air serasa sekeras aspal…. so bisa fatal akibatnya…tidak bagus buat kesehatan…. begitu menurut mereka.

Hari Ketiga, 2 April 2009, mereka mengarungi jeram Cimadur di Kab. Lebak Banten. Namun baru pengarungan 2 km mereka di hadang jeram (Curug) Sewakan, yang sebelumnya menahan pengarungan First Decent oleh Arus Liar beberapa tahun lalu. Namun halangannya tidak hanya jeram yang sulit di”scouting”, ternyata SAM SUTTON dari New Zealand harus menyerah karena golok Banten. Golok yang dia pinjam dari petani pinggir sungai tidak cukup ramah, sehingga mengenai jari telunjuk kanannya ketika dia menebas semak ketika melakukan scouting Curug Sewakan. Akibatnya pengarungan dihentikan hari itu dan perlu 2 jam untuk evakuasi dari Curug Sewakan menuju Kampung Ciayunan.

Hari Keempat 3 April 2009, perahu-perahu Kayak di”portaging” melalui lembah dan ngarai mengatasi rintangan Curug Sewakan yang memang enggan dilewati, bahkan di”scouting” sekalipun. Pengarungan diteruskan menuju Kampung Ciparay yang jarak di sungai sekitar 3 km, dimana terdapat Jeram (Curug) Ciparay yang terletak didekat jembatan gantung. Curug yang tingginya 6-8 meter ini membuat senyum Tim Adidas Sickline kembali membuncah.

Namun baru selesai mereka menikmati “penerbangan” di jeram Ciparay, tiba-tiba debit sungai naik begitu cepat ketika mereka akan mengulang “penerbangan” di air terjun untuk “take” film documenter expedisi mereka, karena khawatir debit menjadi semakin tak terkendali yang menyulitkan prosedur keselamatan dan pembacaan arus jeram.

Hari Kelima, 4 April 2009, mereka kembali ke Curug Ciparay untuk kembali berpesta jeram. Berbagai adegan free style terbang dengan kayak mereka peragakan beberapa “take”, karena pengambilan titik ancangan tidak sukar setelah mereka melakukan ”penerbangan” di air terjun Ciparay ini. Sam Sutton hanya bisa mengelus dada ketika teman-temannya berpesta jeram. Dia perlu 1 minggu untuk menyembuhkan jarinya yang luka, entah apa kata Ibunya nanti.

Sayangnya ekspedisi kelas dunia ini tak mendapat sorotan satu media lokal pun, padahal event ini jelas-jelas mengandung nilai berita yang tinggi dan unik, dan bisa menjadi promosi wisata yang efektif. Dan bagi para penggiat arung jeram, mungkin dari event inilah kita bisa menyaksikan “langit” yang sesungguhnya dari sebuah kegiatan extreme adventure.

Kayak Extreme seperti juga Extreme “Sport’ & Adventure lainnya adalah satu aktifitas yang tidak saja mengandalkan nekad, tapi betul-betul mengandalkan skill yang terasah baik, disiplin, determinasi dan dedikasi atas bidang yang digelutinya. Dan soal peralatan, semestinya tidak terlalu menjadi kendala, karena harganya bisa setara dengan harga sepeda gunung kelas menengah (Rp. 10-25 juta), ditambah perlengkapan lain seperti dayung karbon, pelampung juga pelindung tubuh seperti helm, wet suit serta body protector yang mirip dipakai para punggawa motor cross.

Sebelum melanjutkan Ekspedisi ke Sumatra, dari Cimadur mereka kembali bertolak ke Cibareno, karena hujan dari hulu di Taman Nasional Halimun kembali meningkat, membuat Cibareno semakin garang dan menantang untuk diarungi, sekalian mengambil “take” di curug-curug yang sebelumnya terlewatkan. (BdY)

Profile Extreme Kayaker : http://faji.org/?go=artikel&id=15&hal=1

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org