FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

11 April 2009 10:45 PM

Insiden Arung Jeram di Cisangkuy : Night Rafting

Source:
Tanggal 1 Maret 2009 lalu, di (Sungai) Cisangkuy, desa Lamajang, Kec. Pangalengan, Bandung Barat, terjadi kecelakaan arung jeram yang menimpa pemilik usaha Pelatihan Management Alam Terbuka PT. Reka Perdana Adventure, Aris Try Prasetyo, 38 th, warga Jl. Wayang, Bandung.

Sore itu korban bersama tetamunya dari “Fatigon” Group yang berencana menyelenggarakan Company Gathering serta produk branding bagi Kampung Wisata Alam Cisangkuy, dan melakukan survey produk wisata arung jeram.

Pada perkiraan pukul 17:00 rombongan bersiap, yang terdiri dari 2 perahu, dengan Perahu 1, yang diskipperi (dipandu) oleh Aris TP (korban), beserta 4 (empat) orang karyawan yang bertindak sebagai perahu dan awak rescue. Sementara Perahu 2, dipandu oleh Sandi, pemandu local yang cukup berpengalaman, untuk menemani 5 orang tamu dari Fatigon Group.

Sekira pukul 17:30 saat Skipper Sandi melakukan Safety Talk, Perahu 1 meluncur lebih dahulu, untuk melakukan positioning di jeram yang diperkirakan berbahaya sesuai standard operasi river running system dalam pengarungan arung jeram. Sepuluh menit kemudian, Perahu 2 meluncur di aliran jeram Cisangkuy. Kondisi arus dan debit Cisangkuy saat itu dalam kondisi normal, namun dengan datangnya petang pencahayaan alam semakin temaram.

Sekira jarak 300 m dari titik start, Perahu 2 menjumpai awak Perahu 1 tercecer dari perahu, 3 (tiga) orang awak berada dipinggir sebelah kiri, sementara 1 (satu) orang awak lainnya berada di sebelah kanan badan sungai. Sementara 1 (orang) awak, dalam hal ini adalah korban, Aris TP, hanyut beserta perahu. Perahu 2 terus melaju mengejar korban, kemudian tak jauh dari posisi awak yang tercecer, sekira hanya 100 meter, ditemukan perahu arung jeram self bailing dalam kondisi rap di hole, namun korban tidak dijumpai

Perahu 2 terus melakukan pengarungan sambil terus melakukan pencarian korban, namun sampai jam 20 30 Perahu 2 sampai di titik Finish, korban tidak dapat diketemukan. Semua awak Perahu 1 kembali ke tempat Start, namun sampai disana juga didapat keterangan bahwa korban belum ditemukan. Maka bersama aparat setempat dan warga kampung Cisangkuy, para awak perahu melakukan pencarian korban lewat darat. Malam itu korban tetap tidak diketemukan sampai pencarian dihentikan.

Keesokan harinya, sekira Jam 5.30 – 6.00 pagi korban ditemukan oleh Ason, 34 tahun, di dekat lokasi Finish di dekat tambang pasir yang terletak di Kp. Cae desa Ciaronke Kec. Banjaran. Jasad korban ditemukan sedang tersangkut di rerimbunan, dalam kondisi helm terlepas, pelampung masih terpasang dan dijumpai luka di kepala dan beberapa anggota badan.

Berdasarkan informasi, korban kemungkinan belum memiliki kecakapan yang cukup untuk menjadi skipper perahu karet, walau beberapa kali sempat menjadi skipper dan bermain Kayak di Cisangkuy. Belum lagi kondisi alam saat itu yang menjelang malam, menjadikan halangan alam menjadi jauh lebih besar, karena jarak pandang yang semakin berkurang, yang membuat skipper jauh lebih sulit untuk membaca jeram dan arus sungai. Namun diperkirakan saat kejadian, cahaya alam masih cukup menerangi jeram-jeram Cisangkuy dimana peristiwa terjadi.

Dengan kejadian seperti ini kirinya para operator wisata arung jeram perlu kembali melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan arung jeram, baik dari sisi usaha maupun sisi kompentensi pemanduan wisata arung jeram. Inisiatif yang telah dilakukan para stakeholder wisata arung jeram (termasuk FAJI) bersama pemerintah (CQ Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, serta BNSP – Badan Nasional Standarisasi Profesi) yang telah menyusun Pedoman Standarisasi Kompentensi Pemandu Wisata Arung Jeram dan Standar Usaha Wisata Arung Jeram, dapat dijadikan pedoman dan rujukan kembali. Karena kejadian sejenis dimasa lalu telah menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi industri wisata arung jeram.

Kejadian di Cisangkuy ini disusul kejadian kecelakaan tenggelamnya seorang crew Paint Ball PT. PT. Reka Perdana Adventure, Irawan 30 tahun, pada tanggal 1 April 2009, yang sedang mencuci peralatan di pinggiran sungai dan terseret arus karena ternyata tidak bisa merenangi sungai. Aparat setempat sekali lagi menutup Cisangkuy untuk kegiatan arung jeram, yang sebelumnya sempat dibuka kembali. Dan ditutupnya Cisangkuy oleh aparat Kepolisian, walau sementara, bisa menjadi preseden kurang baik bagi industri wisata arung jeram di Indonesia.(BdY)

Berita terkait :
(1) Arung Jeram di Cisangkuy Dilarang
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=67781
(2) Aris Tewas Terseret Arus Sungai Cisangkuy
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=60814
(3) Pengelola Arung Jeram Tewas di Cisangkuy
http://www.opinimasyarakat.com/2009/02/24/pengelola-arung-jeram-tewas-di-cisangkuy/
 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org