FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

24 October 2005 09:21 PM

Pengda FAJI DKI Terbentuk : ketinggalan kereta

Source: Jelajah

Setelah hanya jadi wacana sekian lama, dan intensif berkonsolidasi hampir 2 (dua) tahun!, akhirnya Pengda FAJI DKI terbentuk hari Jum’at, jam 18.48, atau lebih dari 9 (sembilan) tahun sejak FAJI dideklarasikan di Universitas  Trisakti 26 Maret 1996 yang lalu. Sungguh satu inkubasi ide yang teramat panjang untuk sebuah komunitas olah raga petualangan yang mestinya jauh dari ranah pertarungan politik yang penuh kepentingan, tapi itulah uniknya. 

Konsolidasi Pengda FAJI di DKI, memang patut diambil pelajaran, betapa komunitas terlalu hati-hati – kalau tidak mau dikatakan lamban - menangkap visi masa depan, untuk menggerakkan salah satu cabang kegiatan oelahraga petualangan ini, dengan cara-cara yang lebih terorganisir dan terstruktur. Sekedar ilustrasi di Inggris, komunitas pendaki gunung telah memiliki organisasi nasional sejak abad 19, atau tahun 1800an. Sehingga komunitas dan para penggiatnya mampu mendorong prestasi dan mengembangkan  teknik, serta memberikan sumbangsih yang besar terhadap nama baik bangsanya lewat kegiatan Pendakian Gunung. Banyak nama-nama besar lahir dari komunitas ini (British Mountaineering Society). Sementara di Ionesia hingga kini belum muncul upaya untuk membentuk komunitas sejenis.  

Walau kita akui, pembentukan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) sebagai katarsis, menghadapi persoalan yang serupa dalam melakukan konsolidasi, namun kini mampu menjadi wadah besar untuk membangun prestasi salah satu cabang mountaineering ini, dengan dilombakannya Cabang Panjat Tebing di PON dan mengharumkan nama bangsa lewat begitu banyak atletnya yang berprestasi kelas dunia. 

Fenomena yang terjadi di Indonesia, klub-klub Pecinta Alam, Penjelajah Hutan-Rimba-Gunung,  banyak yang masih berkonsentrasi membangun nama baik Klub nya atau bahkan nama besar orang perorang. Belum lagi menyadari keuntungan kini dan masa depan yang bisa diraih bersama dengan membangun  jaringan dan organisasi yang terstruktur. Karena tidaklah mungkin, satu komunitas klub (yang tentu punya eksklusifitas dalam keanggotaannya) mampu menggerakkan sendiri kemajuan satu cabang olah raga di tanah air. Selain masalah sumber daya,  public private participation yang menjadi kunci dalam menggerakkan potensi lainnya akan lebih terbatas. 

Joni Kurniwan, Mantan Ketua Pengda FAJI Sumatera Utara, pernah menyatakan. “bagi kami bergabung dalam FAJI adalah satu keniscayaan, untuk membangun masa depan Arung Jeram Indonesia yang gemilang. Pasti ada yang kami korbankan, tapi kami berkeyakinan lebih banyak yang bisa kita bangun untuk kepentingan dan keuntungan bersama”.  Pengda FAJI Sumatera Utara, adalah salah satu pioneer pembentukan Pengda FAJI, dan mampu menggerakkan berbagai kegiatan Arung Jeram baik tingkat Propinsi, Nasional maupun Internasional (Asahan Race 2000, 2001 & 2003). Bahkan Tim Arung Jeram Pengda FAJI telah beberapa kali melanglang buana ke Malaysia bahkan di undang ke India  dalam Kejuaraan “Four Square Challenge” di Uttar Pradesh pada bulan Maret 2001. 

Konsolidasi Pengda FAJI DKI, yang awalnya di motori oleh Othy Mamahit, salah satu senior dari Wanadri, dan PA Pandapa kemudian di teruskan oleh Bragowo Herlambang (Balai Tualang),  Acunk dan petualang serba bisa banyak canda Jajo, tentu patut kita syukuri dan hargai. Konsolidasi yang dihadiri oleh 23 (dua puluh tiga) orang dari berbagai Klub PA dan Arung Jeram  di Jakarta, telah menghasilkan satu ketetapan untuk memajukan arung jeram di tanah air khususnya DKI dalam wadah FAJI. Dan dalam Kejurnas Citarum 2005, DKI akan mewakilkan pada Tim Arus Liar, Kaki Langit dan 1 (satu) Tim gabungan untuk membawa nama baik Pengda FAJI DKI. Rapat juga menyetujui pembentukan Formatur dan memilih Irwansyah Tanjung, penggiat arung jeram yang juga salah satu pejabat di Departemen Kehutanan menjadi Ketua Pengda FAJI DKI. Daerah lain yang penggiatnya sedang sibuk berkonsolidasi; Jatim, Kalimantan Barat dan Jawa Tengah, diharapkan mendapat semangat baru, agar tak ketinggalan kereta di Kejurnas Citarum 2005. (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org