FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

08 May 2008 07:34 AM

China International Rafting Competition - 2008 : Medan Buatan (Part-1)

Source: Amalia Yunita

Huang Teng Xia Cup, begitu mereka menyebut kegiatan Internatioanl Rafting Competition yang digelar di sungai semi buatan di Qingyuan,Guangdong sejak tahun 2006. Di rute sempit sepanjang 4.8KM ini 23 peserta bersaing untuk menjadi yang tercepat mencapai garis finish. Selain Tim Indonesia, 9 peserta undangan merupakan tim-tim unggulan dari berbagai negara seperti Jepang, USA, New Zealand, Netherland, Australia, Hungary, dan Switzerland dan Philippines. Sisanya 10 tim tuan rumah juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperebutkan posisi 8 besar.

 

Panitia menyediakan hanya satu kali kesempatan untuk mencoba jalur lomba, dan ternyata seluruh peserta asing terperanjat dengan sungai semi buatan yang penuh semen di sepanjang jalur yang sempit. Tim unggulan dari New Zealand sempat terjatuh dan seluruh bokongnya luka tergores. Beberapa tim yang terjatuh juga mengalami luka gores. Ini belum seberapa, tim Hungary harus kehilangan dayung andalannya yang patah saat latihan. Hampir semua tim kesulitan mencari posisi duduk terbaik dengan perahu karet yang tidak lebih besar dari tempat tidur single. Hampir semua peserta berkomentar, buang semua ilmu arung jeram mu, tidak ada gunanya disini.

 

Bahayakah rute ini? Di sekitar lokasi ada 11 rute semacam ini, rute yang digunakan memiliki penurunan 168M jauh lebih tinggi dari yang disyaratkan di arung jeram. Pada rute lainnya bahkan mereka membuat gua buatan yang penuh dengan kekelawar di jalur sungai yang diarungi. Dengan penurunan jeram rata-rata 12M dan jeram yang terpanjang hampir 100M, saat musim panas, sebanyak 10.000 orang berwisata arung jeram setiap harinya. Tanpa didampingi pemandu!!

 

Walau tak terdata jumlah kecelakaan di lokasi, namun China telah membuktikan satu lagi keunggulannya inovasi di bidang wisata arung jeram. 28 April jam 10:00 pagi, Mr Cui Dalin, Deputy Director of General Administration of Sport of China membuka pertandingan dengan upacara dan kemudian seluruh peserta turun ke sungai untuk bertanding.

 

Tim Arus Liar Eiger Indonesia dengan atlit Andi Suherli dan Iyus kali ini harus puas duduk di posisi urutan ke-12 tersalip tim-tim tuan rumah dan peringkat I Asia, Tim Jepang. Di tengah perjalanan dayung yang digunakan Andi patah dan akhirnya membuat posisi tim yang di awal pertandingan baik menjadi tertinggal. Dayung kompetisi paling kuatpun tidak menjamin suksesnya tim di medan yang unik ini.

 

Tim Jepang duduk di peringkat III teratas untuk tim diluar tuan rumah. Dengan rute dan kesempatan pengenalan jalur yang sedikit, tim diluar China mengandalkan keberuntungan untuk menjadi yang terbaik. Di hari berikutnya seluruh peserta akan kembali mengarungi rute yang sama dan penjumlahan terkecil dari kedua kesempatan tersebut akan menjadi pemenang. Akankah tim Indonesia dapat memperbaiki peringkatnya di hari ke-2? (Amalia Yunita)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org