FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

21 December 2007 08:50 AM

Gubernur Resmikan Arung Jeram Ciberang : cerdas dan adil

Source: Radar Banten dan berbagai sumber

Kali ini Pengda FAJI Banten yang membuat Sejarah. Gubernur Banten Atut Chosiyah meresmikan Fasilitas Wisata dan Olahraga Arung Jeram Sungai Ciberang, Kab. Lebak, yang pembangunnannya diprakarsai oleh Pengda FAJI Banten. "Memang FAJI Banten yang berinisiatif membangun lokasi arung jeram ini. Tapi biaya pembebasan lahan hingga pembangunannya dari Pemprov Banten dan Pemkab Lebak,” terang Adjat Sudrajat, Ketua Umum FAJI Banten, saat memberikan sambutan di acara peresmian, Selasa 11 Desember 2007 yang lalu. Upacara persemian juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung dan penanaman ribuan pohon di sekitar lokasi dan Fun Rafting yang diikuti para Undangan dan Muspida Provinsi Banten dan Kab. Lebak.

  

Lebih jauh Gubernur menyatakan kegembiraannya atas diresmikannya obyek wisata ini karena selain menambah ragam pilihan obyek wisata minat khusus, juga akan dapat dijadikan lokasi berlatih para atlet olahraga arung jeram Provinsi Banten. Secara khusus Gubernur menyatakan bahwa hal semacam ini adalah suatu ide yang "cerdas" hasil pemikiran para pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia Prov. Banten. "Demi memudahkan akses para calon wisatawan menuju obyek wisata arung jeram sungai Ciberang ini, tahun 2008 Pemprov. Banten akan perbaiki jalan Cipanas – Citorek – Warung Banten. Akses jalan dari Maja hingga Cangkudu juga akan diperbaiki terutama karena dari Cangkudu dapat memudahkan wisatawan asal Jakarta untuk mencapai obyek ini,“ demikian ditegaskan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE. saat upacara peresmikan. Pembangunan obyek wisata arung jeram Sungai Ciberang.

  

Di lokasi utama start arung jeram  dipersiapkan Rest Area seluas 10.000 meter persegi yang dibangun  Mesjid dan fasilitas pendukung bagi wisata lainnya seperti dok start (tempat sandar perahu), beberapa gazebo untuk beristirahat, dan tempat tukar pakaian. Lokasi fasilitas arung jeram ini berada di Kampung Muara, Desa Banjar Sari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.  Aliran sungai ini dinilai cocok sebagai tempat arung jeram karena, jeramnya cukup menantang dan dengan kesulitan yang beragam dengan kategori kelas 2-3, cocok untuk olahraga dan wisata arung jeram. Alur sungai yang dipakai untuk arung jeram panjangnya sekitar 8-12 kilometer.

  

Pengurus Daerah Federasi Arung Jeram Indonesia ( Pengda FAJI) Banten diketuai oleh Kajati Banten - Adjat Sudrajat, dengan Ketua Pelaksana harian oleh Waka Polres Pandeglang - Kompol Agus Rasyid MH, dan Wakil Ketua pelaksana harian Bpk. H.Iyus Yusuf Suptandar (Ketua FKPPI & Pengusaha), beberapa waktu terakhir ini sangat proaktif menggiatkan olahraga dan wisata arung jeram, termasuk mengikuti beberapa kejuaraan arung jeram tingkat nasional. Menurut Adjat, pihaknya akan membangun sarana penunjang lainnya agar siap dijadikan tempat wisata. “Urusan pembangunan di hulu, kami harapkan dari Pemprov Banten. Sedangkan untuk pembangunan di hilir, sudah jadi tugas Pemkab Lebak,” tutur Adjat yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi Banten (Kajati).

  

Pembangunan lokasi arung jeram, katanya, diharapkan tak hanya berimbas terhadap prestasi atlet dan kemajuan wisata Banten. Lebih dari itu, perekonomian masyarakat sekitar pun diharapkan ikut terangkat. Saat ini saja, FAJI Banten sudah merekrut 20 orang pemuda sekitar untuk berlatih arung jeram. Mereka kelak diharapkan jadi pemandu wisata arung jeram yang handal. Arung jeram Sungai Ciberang, menurutnya, diharapkan menjadi sentra baru wisata arung jeram di Indonesia, setelah di Jawa Barat (Sukabumi), Jawa Tengah (Magelang - Banjarnegara), Sumatera Utara (Asahan dan Langkat), Sulawesi Utara (Minahasa Selatan), Sulawesi Selatan (Toraja) dan Bali (Ayung).

  

Sebagai pelengkap sarana latihan, FAJI Banten kini sudah memiliki 14 perahu karet bantuan dari kabupaten/kota dan berbagai pihak. “Selain untuk olahraga dan wisata, perahu-perahu tersebut bisa juga digunakan untuk kegiatan kemanusiaan, yaitu membantu warga yang terkena bencana. Saat ini, kami sudah siapkan skenario jika Pilkada Kabupaten Tangerang terganggu banjir,” papar Adjat.

  

Dalam peresmian tersebut hadir pula  BBWSC-3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian) yang merupakan pengelola sumberdaya air di wilayah tersebut, yang langsung diwakili Kepala Balai Besar Bapak Billy Parmono, ME. Dalam percakapannya dengan Bupati Lebak Bapak H.Mulyadi Jayabaya, yang meminta kepada Balai Besar  yang dalam hal ini menangani Waduk Karian, untuk menangani pula Sungai Ciberang secara sistem dari pengendalian daya rusak air dan pemanfaatan airnya. Yang juga disebutkan dalam sambutan Gubernur bahwa dalam penataan Sungai Ciberang inipun berkaitan dengan proyek Waduk Karian, karena ada pada aliran yang sama.

 

 

Fasilitas arung jeram Ciberang yang dibangun dengan Dana Publik ini, diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penggiat dan Operator Wisata Arung Jeram di Sungai Ciberang, dan  Pengda FAJI Banten  dapat berperan secara optimal dan adil sebagai fasilitator serta Pembina demi kemajuan arung jeram di Propinsi Banten. Kiranya ini dapat menjadi satu terobosan, sebagaimana di Korea, dilokasi WRC (World Rafting Champhionship), fasilitas penunjang wisata arung jeram dibangun pemerintah, dan dimanfaatkan oleh Operator Wisata Arung Jeram disana yang jumlahnya puluhan. (BdY)

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org