FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

News

19 December 2007 04:14 PM

Standar Kompetensi Pemandu Disyahkan : Babak Baru & Reuni

Source: PB FAJI

Hari Kamis, 14 Desember 2007 lalu merupakan babak baru sejarah arung jeram Indonesia. Di Balairung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jl. Merdeka Barat Jakarta, Standar Kompetensi Pemandu Arung Jeram Indonesia telah disyahkan dalam Konvensi yang di selenggarakan oleh BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi).   

Dengan disyahkannya RSKKNI (Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Pemandu Sungai/Arung Jeram - River Guide menjadi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), maka Pemandu Arung Jeram beserta jenjang keahliannya akan menjadi satu profesi yang setara dengan  Profesi terhormat yang lain, seperti Dokter dibidang Kesehatan.Dalam Konvensi yang dihadiri berbagai elemen Stake Holder masing-masing bidang, disyahkan pula RSKKNI bidang Pemandu Ekowisata, sementara bidang Pramuwisata-Tour Leader akhirnya di drop karena tidak disepakati sebagai satu bidang khusus.   

Hadir dalam Konvensi ini tokoh-tokoh dan stake holder arung jeram dari berbagai daerah di  Indonesia, diantaranya  Jeksin Limbeng - Pemandu Arung Jeram paling senior di indonesia, dan Joni Kurniawan  dari Sumatera Utara, Wawan Purwana  dari Kapinis Bandung - Jawa Barat, Buce Surapaty dari Operator Arung Jeram Sungai Cicatih "Riam Jeram", Malik dari Operator Arung Jeram Sungai Citarik "Bj's-Caldera" Sukabumi Jawa Barat, Lody Korua dari Operator Arung Jeram Sungai Citarik "Arus Liar", Dr. Bambang dari "Elo Rafting", Magelang Jawa Tengah, Adi Ruswianto  dari "Noars Rating" Jawa Timur, Made Brown dari SOBEK Rafting & Adventure Bali yang juga Pemandu Senior dan Penulis Buku Arung Jeram, dari Sulawesi Utara hadir Franky Kowaas yang juga Pemilik Operator Arung Jeram "Waraney Rafting". Beberapa stake holder arung jeram lainnya datang mewakili berbagai daerah seperti DKI Jaya, Bandung, Garut dan Banten serta utusan dari PB FAJI dan Pengda FAJI dari Jawa Timur. Kehadiran para tokoh ini tak ayal membuat suasana pertemuan menjadi sangat akrab dan penuh nostalgia bagaikan reuni, namun bahasan serius seperti kemajuan arung jeram di masa depan tetap menjadi agenda utama.   

Rancangan RSKKNI (Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) - Pemandu Sungai/Arung Jeram - River Guide ini sebenarnya telah dibahas selama 2 (dua) tahun, melalui proses internasilasi, sosialisasi dan dialektika pemikiran yang cukup panjang diantara para stake holder Arung Jeram. Draft-draftnya juga di publikasikan di web Site FAJI (www.faji.org), dan sempat diuji coba di beberapa daerah untuk mendapat masukan seperti Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara.    

Rancangan SKKNI ini sendiri mengacu pada Standard Kompetensi Kerja yang disepakati dalam APECTOS (Asia Pacific Economic Forum - Tourism Occupational Standard) tahun 2002. Forum Kerjasama Ekonomi Asia PAsific khusunya Kelompok Kerja Pariwisata (Tourism Working Group) telah menyusun suatu daftar Kompetensi dalam bentuk Skill Standard bagi sumber daya Pariwisata.    FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) secara proaktif mengadopsi dan mengadaptasi Skill Standard ini, dipadukan dengan River Guide Standard yang dibuat oleh IRF (International Rafting Federation) dimana FAJI menjadi anggotanya sejak tahun 2000, menjadi RSKKNI yang diajukan dan disepakati dalam Konvensi tersebut.    

Secara ringkas, RSKKNI Pemandu Wisata Arung Jeram menggambarkan cakupan ketrampilan (MOSS : Model Occupational Skill Standard) di dalam kompetensi tersebut yaitu :

1.   ketrampilan dalam melaksanakan tugas (task skill)

2.  ketrampilan mengelola tugas (task management skill)3.  ketrampilan melaksanakan tugas dalam kondisi darurat (contingency management skill)

4.   ketrampilan melaksanakan tugas dalam kondisi dan kondisi lingkungan yang berbeda (job enviroment skill).  

FAJI beserta stake holder arung jeram lainnya bersama Depertemen Kebudayaan dan Pariwisata juga merancang Standard Usaha Wisata Arung Jeram, yang nantinya merupakan acuan bagi penyelenggaraan Usaha Wisata Arung Jeram Wisata di Indonesia. Batas-batas minimal pelayanan, peralatan dan operasional usaha arung jeram diatur dalam Standard ini.    

Perjalanan RSKKNI ini masih akan panjang untuk menjadi subjek yang implementatif, karena diperlukan serangkaian Soft Ware seperti Kurikulum dan Modul Pelatihan, Hard Ware seperti Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi Profesi, juga Brain Ware seperti Accesor dan Instruktur. Hal ini menjadi peluang dan tantangan bagi penggiat dan usaha wisata arung jeram di indonesia. Namun sejarah telah terukir, dayung sudah dipacu. (BdY)    

Catatan : Full Version dari RSKKNI akan segera siap di down

 

 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org