FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

Articles

All Articles Index | Teknik | Wisata | Organisasi | Warnasari | Feedback

04 August 2006 01:25 PM

Meniti Jeram Membuang Ketegangan II

Sumber: Majalah Nirmala, edisi Juli 2002

LET'S GO TO
BLOK M
 > Previous :
 > View Detail
 > View Map
WEATHER
Find the weather for any City, State or Zipcode, or Country:
Keyword:
PARTNERS
Majalah Nirmala
Tabloid Senior
www.tuban-jatim.com
> index: archieve
> contact
PLACE
Majalah Nirmala
Meniti Jeram Membuang Ketegangan II
Place: Monday, 12 Aug 2002 14:50:23 WIB
Send this article Print this article
Majalah Nirmala, edisi Juli 2002

Tidak berbeda dengan olahraga alam bebas lainnya, faktor risiko selalu mengintip di sekeliling kita. Misalkan perahu terbalik karena tak terkendali dengan baik dan penumpang terhempas keras ke batu sehingga terpelanting, atau tiba-tiba dihempas air bah, dan sebagainya. Namun semua risiko itu bisa diperkecil dengan adanya prosedur keselamatan yang sudah teruji secara luas.

Yang paling penting, menurut Anas Ridwan, penggemar arung jeram dari Bogor,para peserta (lebih-lebih dari kalangan awam) harus mengenakan perlengkapan wajib berarung jeram (perahu karet, pelampung, helmet/topi pelindung kepala, dan dayung). Selanjutnya pengetahuan tehnik secara sepintas menjadi bekal yang sangat berarti ditambah dengan pengetahuan umum misalnya sifat sungai dan jeramnya.

"Pelampung harus dipakai, karena merupakan peralatan penyelamat di air yang paling penting. Tetapi masih saja ada yang menganggap bahwa perahulah yang paling penting di antara yang lainnya. Padahal apapun perahunya, risiko terbalik saat menerjang jeram sangat besar. Dalam keadaan begini yang penting kita pakai pelampung dan...mencoba tidak panik" ungkap Anas yang juga pimpinan Boogie, salah satu operator arung jeram di Bogor.

Hal yang senada dipesankan oleh dedengkot olahraga arung jeram, Lody Korua yang kini beroperasi di Sungai Citarik Sukabumi, "Pilih pelampung yang bagus, makin tinggi daya apungnya makin baik. Jika perlengkapan lainnya oke ditambah pengetahuan yang benar tentang sistem dan teknik pengarungan sungai, maka olahraga arung jeram akan menawarkan keasyikan yang maksimal," ujarnya.

Bagi anda yang berarung jeram bersama operator profesional, masalah safety procedure ini mungkin akan menjadi lebih'sederhana' karena Anda akan dipandu oleh para pemandu arung jeram yang telah berpengalaman. Anda tinggal duduk manis di atas perahu, dan saat melaju melewati jeram-jeram tinggal mengikuti aba-aba dan perintah para pemandu. Namun tetap saja para operator profesional itu melengkapi diri dengan perlengkapan standar untuk berarung jeram.
"Keselamatan tamu menjadi perhatian utama kami, jadi kami berusaha mempersiapkan perlengkapan yang baik untuk menunjang keselamatan mereka " , tutur Lody yang ikut membidani terbentuknya asosiasi para operator arung jeram di Indonesia IWA (Indonesian Whitewater Association) itu.

Makin sulit makin asyik.

Mereka yang sudah berpengalaman, bisa merasakan bahwa setiap sungai mempunyai karakteristik tersendiri. Terutama berdasar besar-kecil jeram yang ada di sepanjang alirannya, mulai dari yang mudah (kelas I dan II) sampai yang sulit (kelas V). Variasi jeram akan memberi kesan yang berbeda bagi para pengarung jeram, makin tinggi tingkat kesulitannya biasanya makin asyik dan makin menantang, dan juga dibutuhkan kemampuan yang lebih tinggi bagi para pelakunya.

"Saya sudah mencoba dari yang mudah sampai yang agak sulit, makin puas rasanya kalau bisa mengarungi dan melewati dengan selamat jeram-jeram yang tingkat kesulitannya tinggi IIl-IV. Rasa takut sih pasti ada, mungkin inilah seni berarung jeram yaitu mengatasi rasa takut kita mengatasi rasa takut kita sendiri," ujar Adiningrat salah satu anggota Kelompok Bogor Bermain yang sudah mencoba sungai-sungai di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Di kawasan Jawa Barat ada beberapa sungai yang menantang dan biasa diarungi, misalnya Sungai Citarik di Sukabumi yang mempunyai tingkat kesulitan II-III+. Tak jauh dari sungai ini mengalir pula Sungai Cicatih yang mempunyai tingkat kesulitan III -IV. Sungai Cikandang dan Cimanuk yang terletak di Kabupaten Garut menjadi pilihan lain jika menginginkan sungai yang 'galak' dengan tingkat kesulitan III-IV dan suasana alam yang masih asri dan jauh dari kebisingan. Tetapi jika Anda ingin mencoba speed rafting datanglah ke sungai Palayangan yang terletak di Pangalengan, Kabupten Bandung.

Untuk kawasan Jawa Tengah terdapat sungai Elo dan Progo yang terletak di kota Magelang. Sungai Serayu di Kabupaten Banjarnegara juga cukup mengasyikkan untuk diarungi. Sementara itu Sungai Brantas bagian hulu (di daerah Blitar dan sekitarya) dan Sungai Pekalen juga siap menanti petualangan Anda. Jangan pendam di hati berbagai masalah dan ketegangan, mari sama-sama tumpahkan dan buang ke dalam pusaran air... (N) Gendon Subandono, EA /Foto : dokpribadi.
Sumber: Majalah Nirmala
 

Follow twitter : @PB_FAJI | Facebook Group : Federasi Arung Jeram Indonesia | Email : pb_faji@faji.org