FAJI is Member of
International Rafting Federation
Since 2000

Articles

All Articles Index | Teknik | Wisata | Organisasi | Warnasari | Feedback

26 September 2012 07:29 PM

Water Rescue System

Sumber: Tonny Dumalang

WATER RESCUE SYSTEM

 

I.   Garis besar pemahaman Keamanan

Staf pada kegiatan petualangan atau kegiatan alam bebas bertanggung jawab dalam menyediakan keamanan bagi para pesertanya. Rasa tanggung jawab ini menuntut staf lapangan untuk memimpin kegiatan tersebut dengan keamanan tanpa batas. Karena kegiatan tsb. berjalan bersama dengan bahaya yang datang dari aspek manusianya, peralatan dan lingkungan alam.

Staf lapangan harus menyiapkan pesertanya untuk mengetahui, berlatih dalam menghadapi kecelakaan, sekaligus juga mengembangkan kemampuan untuk mengantisipasi resiko pisik, mental dan emosionil. Karena itu pada kegiatan di atas maka adalah perlu staf lapangan harus menyatukan berbagai aspek keamanan dengan intregritas peserta.

Kegiatan yang melibatkan resiko membutuhkan Kebijakan & Kemampuan Mengambil Keputusan dalam menanganinya. Untuk menghindarkan kecelakaan atau suksesnya dalam penanganan bila itu terjadi maka perlu dipertimbangkan masalah Kemampuan Mengambil Keputusan selain perlunya Pengetahuan dan Ketrampilan kegiatan itu sendiri plus memahami karakter ” sungai ” tersebut.        

Keamanan bukanlah hanya mengikuti aturan tentang kegiatan itu, mana yang boleh dan mana yang tidak. Tetapi pengertian, pemahaman, sikap dan kebiasaan yang harus dibawa selalu dalam semua kegiatan dan itu membutuhkan proses yang mengkondisikan lingkungan kerja. Kalau itu terpenuhi maka adalah mungkin semua kegiatan akan berakhir dengan kesuksesan dalam menjalankan kegiatan tersebut, Keamanan Program dengan kualitas tinggi.

 

II. Visi dan Misi Keamanan         

Visi dan Misi Keamanan dalam sebuah program perlu ditentukan dalam hubungannya dengan menerapkan sistem dan aturan yang akan diberlakukan serta dipatuhi tanpa kompromi dan menghindarkan aturan ganda.  Ini juga dipandang dalam pengertian kecelakaan itu sendiri yaitu “ Timbulnya resiko kehilangan baik pisik, mental, emosionil dan keuangan”.

Karena kesan kecelakaan yang terbawa oleh peserta dan mengakibatkan trauma akan menghilangkan kesempatan untuk kedua kalinya terlibat dalam kegiatan. Sekaligus akan berdampak pada kualitas program dan penanganan serta sebagai publikasi gratis yang buruk dan mahal.

Contoh :

VISI KEAMANAN   “ ............ sebagai ........... sistem dan pengembang Sistem Keamanan kegiatan arung jeram di Indonesia “.

 

MISI KEAMANAN “ Menghindarkan kecelakaan yang mengakibatkan trauma dalam bentuk apapun, menangani dengan cepat - tepat  dan  benar  dengan  menyiapkan  sistem  dan  SDM  yang  dapat  memenuhi tuntutan masyarakat luas”.

Dengan pernyataan contoh visi dan misi di atas maka diterjemahkan dalam rencana strategi ke depan, yaitu  :

  Program pengembangan pengetahuan dan ketrampilan

  Pembuatan sistem dan aturan serta dukungan dana.

Karena sebuah keamanan adalah kegiatan mahal biaya juga menghasilkan sesuatu yang seimbang, ini juga sebagai kebutuhan Corporate Image dan Community Needs.

 

III.   Selayang pandang River Rescue

Di dalam pendahuluan sebuah buku River Rescue disebutkan bahwa langkah pertama dalam Keamanan adalah jauhkan dari masalah.. Apakah itu keamanan di awal kegiatan atau keamanan pada saat penanganan dan tidak mengakibatkan kecelakaan lain setelah itu. Untuk menjauhkan masalah itu bukan hanya tanggung jawab staf saja, tapi dipengaruhi juga oleh :

  Aspek manusianya

  Peralatan dan

  Lingkungan serta

  Perilaku peserta. Perilaku peserta ini juga yang tidak kalah pentingnya untuk banyak dipertimbangkan lebih dalam.       

 

Seorang River Rescuer akan berusaha keras untuk mengamankan perjalanan mereka “sebaik” mungkin”. Mereka ingin, nyaman dan aman serta tidak mengalami cedera. Tanggung jawab River Rescuer pada saat penanganan adalah  melakukan tindakan yang cepat, baik dan tepat. Dimana persyaratan untuk melakukan itu adalah mengetahui apakah dan kapan ada persoalan di sana dan kemampuan mengambil keputusan pada saat memulainya. Karena tidak boleh terjadi sampai melakukan tindakan dua kali dalam penanagan yang akan mengakibatkan keterlambatan dan resiko yang akan meningkat. Oleh karena pengertian di atas maka penting dibuat langkah langkah yang mempertimbangkan aspek aspek sebagai berikut :

  Aspek Manuasi

  Aspek Peralatan

  Aspek Lingkungan / Alam

 

A.  ASPEK MANUSIA

Diperlukannya program pengembangan pengetahuan dan ketrampilan untuk SDM. tentang kegiatan itu. Di antaranya adalah :

Pengetahuan dan Ketrampilan River Rescue:

1.    Pemahaman tentang Keamanan,

2.    Pemahaman tentang sungai,

3.    Pemahaman tentang organisasi rescue,

4.    Ketrampilan menggunakan peralatan ,

5.    Kemampuan self rescue,

6.    Penanganan kasus kasus kecelakaan,

7.    Penanganan korban dan

8.    Tehnik evakuasi serta

9.    Wawasan profesional River Rescue.

10. Pengetahuan dan ketrampilan komunikasi

 

       Latihan yang berkesinambungan dengan skenario kecelakaan yang membutuhkan penanganan lengkap yang melibatkan semua pihak .    Dimana hasil dari pengembangan tersebut menciptakan staf yang mempunyai :

  pengertian,

  pemahaman,

  sikap dan kebiasaan tentang keamanan dan penanganannya yang akan dibawa selalu dalam semua kegiatan.

 

B.   ASPEK PERALATAN

Tersedianya peralatan yang mendukung kegiatan tersebut dengan kualifikasi “layak” untuk kegiatan di sungai dan kegiatan pendukung di darat. Pada kebutuhan itu diperlukan peralatan yang spesifik sesuai dengan tujuan penanganan serta tidak dicampur baurkan dengan penggunaan yang lain. Contoh :

Untuk kegiatan di sungai adalah peralatan untuk peserta/tamu dan tim tidak boleh dicampur baurkan dengan penggunaan peralatan rescue.

 

Misalnya :

  tali lempar,

  kotak P3K,

  radio HT,

  peta evakuasi,

  carabiner,

  prusik,

  pulley dll

 

       Perlu dipisahkan secara khusus dalam penyimpanan dan peruntukannya. Contoh  untuk kegiatan di darat adalah :

  kendaraan transportasi yang bisa menjangkau mendekati sungai dan jalan off road,

  peralatan standar mobil off road,

  alat komunikasi,

  peta evakuasi,

  kotak P3K yang lebih lengkap dengan segala kelengkapan hingga sampai Rumah Sakit

 

C.   ASPEK LINGKUNGAN /ALAM

Karakter  lingkungan / alam kegiatan yang dikenali dalam segala perubahan, baik yang digunakan untuk kegiatan sungai dan kegiatan di darat. Pengetahuan itu perlu bukan hanya kepentingan si tim, tetapi juga semua orang yang terlibat dan yang akan terlibat , seperti :

  bantuan transportasi evakuasi untuk jalan masuk dan ke luar,

  pemandu dan Rescuer dalam memutuskan untuk evakuasi menuju jalan yang lebih pendek, aman dan mudah dijangkau.

 

IV.  SISTIM OPERASI RESCUE

Dengan mempertimbangkan hal di atas yaitu, pemahaman Keamanan, Visi dan Misi Keamanan, tujuan River Rescue serta ketiga hal di atas maka didesain Rescue System berikut ini  yang melihat kebutuhan ke depan : SDM sebagai staf rescue adalah semua guide, adalah penting untuk menempatkan kualitas kerja dengan menugaskan semua Guide mempunyai kewajiban sebagai Rescuer.

 

A.  Rescue System, pertimbangannya adalah :

Sebagai Rescuer, pengetahuan dan ketrampilan harus melewati proses menjadi guide dimana tugas Rescuer di antaranya adalah membawa perahu dengan muatan yang penuh oleh penumpang.

1.   Pengetahuan & Ketrampilan yang dituntut kemampuannya adalah :

  Kemampuan berhenti dan memasuki area yang sulit dimasuki dan berbahaya.

  Kemampuan mengenal karakteristik sungai dan mengetahui kapan dan apa yang akan terjadi,

  Mentalitas yang kuat dan dapat menenangkan tamu.

      

2.   Syarat untuk memikul tanggung jawab sebagai Rescuer adalah :

  Kepercayaan diri dan

  Mentalitas .

 

3.   Penugasan berdasarkan sistem rotasi dengan pertimbangan :

  Guide yang sudah memenuhi kemampuan sebagai rescuer membawa perahu dan jam terbang

  Rescuer yang sudah bertugas lama dan membutuhkan istirahat.

  Tim harus terdiri dalam berbagai unsur kemampuan untuk memenuhi kesiapan menghadapi masalah yang terjadi seperti :

  Mampu berkomunikasi dengan alat komunikasi tertentu.

  Mampu menangani orang yang cedera – First Aid

  Mampu membaca peta

  Mampu memasak dan mendirikan tenda

  dll                     

            Bila tidak akan menimbulkan masalah baru karena rescuer mengalami kelelahan, akibatnya akan kurang sehat, kurang bugar lagi, kurang fokus yang akhirnya salah dalam mengambil keputusan

 

4.   Jumlah Rescuer berbanding jumlah perahu , penempatannya mempertimbangkan :

  Jumlah rescuer harus memenuhi kemampuan dan kekuatan mengarahkan perahu.

  Harus tersedia ruang yang cukup untuk korban baik yang masih bisa duduk ataupun harus ditandu.

            Karena pergerakan perahu berikutnya harus tidak berkurang kemampuannya untuk segera mendekati posisi kritis korban.

 

5.   Posisi Rescuer ditiap posisi kritis, menempatkan posisinya mempertimbangkan :

  Berdasarkan jumlah posisi kritis yang perlu pengawasan , seperti :

1.  Posisi kritis Support logistik

2.  Posisi kritis Evakuasi

3.  Posisi kritis tidak ada akses jalan mobil

4.  Posisi kritis untuk jalan masuk dan jalan keluar.

            Posisi posisi tersebut sudah harus diketahuio dan dipetakan sehingga penempatan rescuer bisa diprioritaskan pada ” masa kritis 1 atau 2 dst ”.

 

V.    POSITIONING RESCUER

Posisi perahu Rescuer pada tiap tiap posisi kritis akan menempati :

  Tempat yang strategis, posisi kemungkinan besar terjadinya kecelakaan.

  Posisi yang sulit dimasuki, dan Rescuer akan menempatkan Rescuer daratnya untuk melakukan cadangan pengamanan.

 

A.    Rescuer Stand By & Mobile,

            Berdasarkan hasil evaluasi perkembangan sistem Rescuer maka dipilih cara lainnya untuk saling mendukung sesama tim rescuer, ditentukan mempertimbangkan :

  Recuer diposisi kritis harus diback up oleh rescuer kendaraan mobile untuk memudahkan dukungan berbagai kebutuhan. Seperti repeater komunikasi, logistic, transper kelokasi awal / lokasi kritis lainnya, pergantian tim/personil dll.

 

  Rescue stand by harus ditetapkan bila kemungkinan adanya kenaikan permukaan air lagi atau memonitor tinggi muka air / kondisi kritis yang belum selesai tertangani karena berbagai alasan kemampuan & dukungan.

 

B.    Perkembangan penerapan sistim operasi rescue

Perkembangan dalam menerapkan sistim rescue yang mempertimbangkan banyak hal telah mengalami kemajuan dipengaruhi oleh :

  Makin kompleknya masalah rescuer :

  Akibat Global Warming dan perubahan cuaca yang akibatnya dialamai berbagai negara.

  Makin meluasnya daerah yang mengalami bencana dalam berbagai kategori.

  Akibat pertumbuhan ekonomi yang kemudian berakibat terhadap pola lingkungan dan pola hidup.

  Makin meluasnya kesadaran akan kepedulian sesama.

  Kepedulian tanpa memperhatikan kemampuan dan keselamatan diri dan orang lain

  Pengetahuan & Ketrampilan, Peralatan, Perilaku dan Strategi Operasi Bersama.

 

  Harus mempunyai sistim rescue yang lebih terpola dan membuktikan kepada korban/pengungsi/masyarakat bahwa penanganan keamanan lebih profesional.

 

  Pengembangan SDM yang terus menerus dikembangkan dan dilatih seperti :

  tentang pengetahuan dan Ketrampilan River Rescue yang menekankan pada berbagai aspek tehnis dan non tehnis, misalnya :

  Pedoman Rescue,

  Bagaimana memulai rescue,

  Menejemen operasi rescue dan

  Evakuasi & transportasi dll.

 

Juga dikembangkan mengenai :

  Pemahaman Risk Management dan Safety,

  Pemahaman River Running System,

  Pemahaman Prinsip Dasar P3K & CPR.

 

  Pengembangan ini dimulai pada tingkat dasar yang akan dikembangkan mencapai tingkat yang diharapkan dengan program yang jelas dan berkelanjutan, berakibat :

  Berkembangnya pemahaman tentang Keamanan menjadi lebih tinggi yang menimbulkan kepercayaan diri lebih bertanggung jawab.

  Pengalaman bekerja pada sistim rescue yang terorganisir baik dan kemampuan menangani kasus yang variatif dan bagaimana  bekerja dengan baik dan sukses.

  Kemampuan membaca masalah dan mengatasi masalah lebih meningkat dan menjadi suatu kebanggaan bagi Rescuer bila menyelamatkan secepat, setepat dan sebenar mungkin.

  Menjaga frekuensi kehilangan peralatan pengarungan yang harganya makin meninggi.

  Terbentuknya Corporate Image dan Customer Needs pada aspek keamanan kegiatan.

 

Web Supported By: